“Layanan 112 selalu siaga 24 jam. Kami juga berkolaborasi dengan layanan 110 milik kepolisian agar penanganan laporan masyarakat bisa lebih cepat dan terintegrasi,” ujarnya.
Ia mengakui, tingginya mobilitas masyarakat seringkali diikuti dengan peningkatan jumlah panggilan ke layanan darurat. Saat ini, layanan 112 Surabaya didukung oleh puluhan jalur panggilan, namun pemerintah kota terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami terus melakukan pembenahan karena trafik panggilan memang cukup tinggi. Ini juga menunjukkan bahwa masyarakat mulai bergantung pada layanan darurat 112 ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat,” jelasnya.
Fikser menambahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memberikan perhatian serius terhadap optimalisasi layanan tersebut agar benar-benar dapat diakses masyarakat kapan saja.
Karena itu, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama periode libur Lebaran dan menyimpan nomor-nomor layanan darurat, termasuk 112, agar dapat segera menghubungi petugas jika terjadi kondisi darurat.
Dengan kesiapan pos pengamanan dan layanan darurat tersebut, Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas selama libur Lebaran dengan lebih aman dan nyaman. (*)





