Mengingat tingginya mobilitas warga yang keluar-masuk Surabaya atau mudik), Eri menekankan, pentingnya kolaborasi hingga tingkat terbawah. Ia menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk memantau wilayah perkampungan yang ditinggal penghuninya.
“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita harus bersama-sama dengan warga di tingkatan RT dan RW. Tujuannya jelas, agar kegiatan negatif dapat kita eliminasi, dan warga yang meninggalkan Surabaya merasa yakin bahwa rumah mereka tetap aman,” tegasnya.
Menutup rangkaian apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh petugas dan warga Kota Surabaya.
Eri berharap, dengan adanya apel gabungan ini, kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga, memberikan rasa pasti bahwa Surabaya tetap dalam keadaan sehat, nyaman, dan terkendali selama masa libur panjang.
“Kami mengimbau untuk warga yang pergi mudik berkoordinasi dengan RW untuk menitipkan keamanan rumahnya,” tukasnya. (*)





