Menurutnya, momentum Lebaran selalu menghadirkan dua situasi yang berlangsung bersamaan, yakni sebagian warga meninggalkan kota untuk pulang ke kampung halaman, sementara sebagian lainnya tetap berada di Surabaya.
“Bagi warga yang melakukan perjalanan mudik, kami berharap dapat sampai di tujuan dengan selamat. Sedangkan bagi warga yang tetap berada di Surabaya, mari bersama-sama menjaga kota ini dengan saling membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” tuturnya.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mematangkan berbagai persiapan menghadapi masa libur panjang melalui rapat koordinasi lintas instansi guna memastikan kesiapan seluruh pihak yang terlibat.
Dalam waktu dekat, Pemkot Surabaya akan menggelar apel kesiapsiagaan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga instansi terkait. Apel tersebut juga melibatkan berbagai elemen pendukung lainnya dan rencananya dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya.
Fikser menyebut kegiatan itu menjadi momentum untuk menegaskan komitmen para petugas yang tetap menjalankan tugas saat masyarakat menikmati masa libur. “Ketika sebagian warga berlibur, para petugas tetap menjalankan tugas untuk menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Surabaya,” katanya.
Selama periode libur Lebaran, sejumlah perangkat daerah dan layanan publik tetap disiagakan. Meski terdapat jadwal cuti bersama, sistem kerja akan diatur secara bergantian agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Layanan penting seperti rumah sakit dan fasilitas kesehatan juga dipastikan tetap siaga melayani warga yang membutuhkan. (*)





