Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Bekerja dari Mana Saja dan Piket Lebaran

Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Bekerja dari Mana Saja dan Piket Lebaran
Pemkot Surabaya menerapkan sistem bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) saat lebaran. Juga mengatur piket untuk setiap perangkat daerah.

Selain piket fisik, Pemkot Surabaya juga akan mengoptimalkan kebijakan WFA. Meski demikian, Eri menekankan bahwa dimanapun para ASN bekerja harus tetap dalam status on-call atau siap dipanggil kapan pun dibutuhkan.

Pihaknya pun akan melakukan pendataan, siapa pegawai yang piket dan menjalankan WFA. “Nanti kita data siapa yang WFA dan siapa yang piket. Yang pasti, sistemnya harus on call. Sehingga koordinasi tidak putus,” tambahnya.

Meski sebagian pegawai bisa bekerja secara fleksibel, Eri menggarisbawahi bahwa pelayanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh berhenti sedetik pun.

Beberapa dinas yang dipastikan siaga penuh 24 jam melalui sistem rotasi antara lain, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Satpol PP.

“Pelayanan di sana tidak boleh berhenti. Kita akan lakukan rotasi personel agar petugas tetap bisa menjalankan tugas sekaligus merayakan Lebaran secara bergantian,” tukasnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menginstrusikan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing selama periode libur Lebaran. Hal tersebut sejalan dengan diterbitkannya Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H. (*)

Editor: Wetly