“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini,” kata Irvan.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp5 juta per RW. “Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung,” ujarnya.
Pemkot Surabaya juga memperkuat pengembangan sektor pariwisata perkotaan melalui penataan kawasan strategis, termasuk pengembangan kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan aktivitas seni, budaya, dan kuliner masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta Kampung Pancasila juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.
“Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal,” jelasnya.
Pemkot Surabaya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi kota dapat terus terjaga secara inklusif dan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.
Melalui berbagai langkah tersebut, pihaknya berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya. (*)





