Eri juga menyoroti pentingnya mencegah urbanisasi yang berlebihan ke Surabaya dengan membangun kota-kota penunjang yang sejahtera. Ia bahkan berencana menandatangani MoU dengan bupati sekitar untuk memastikan kebutuhan pangan Surabaya dari daerah tetangga.
Sementara ketua DPRD kota Surabaya Adi Sutarwidjono usai rapat paripurna menyatakan, hadirnya 3 bupati wilayah penyangga adalah wujud semangat untuk menanggani persoalan secara bersama-sama di Kota Surabaya misalkan kemacetan dan lain sebagainya.
“itu kan butuh penanganan yang lebih intensif antar berbagai daerah juga.
Kemudian kerjasama ekonomi tadi sudah disampaikan, kerjasama perdagangan dan sebagainya itu,” ujarnya.
Adi mengatakan, hal ini adalah semangat yang ditunjukkan di awal tahun masa jabatan oleh Wali Kota Surabaya dengan merangkul semua komponen yang kemudian mengajak kerjasama bergotong royong membangun Kota Surabaya
“Ini mengatasi sebagian masalah sehari-hari yang kita hadapi bersama. Utamanya persoalan banjir. Karena jika ditangani maka itu akan mendorong masyarakat bisa lebih nyaman,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Awi ini menegaskan, masyarakat akan mulai meningkatkan akfititasnya, ketika tidak ada lagi banjir.
“Masyarakat bisa mulai jualan dan sebagainya karena selama ini terhalang banjir. Kemudian keluhan-keluhan itu harus diatasi, pembuatan saluran dan sebagainya,” pungkasnya. (Dji)





