Rabu, 24 Juli 2024
29 C
Surabaya
More
    NasionalCegah Karhutla, BMKG Gelar OMC Serentak di 5 Provinsi

    Cegah Karhutla, BMKG Gelar OMC Serentak di 5 Provinsi

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serentak di lima provinsi di wilayah Indonesia. Kelima provinsi tersebut, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, OMC dalam rangka pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). “OMC ini dilakukan dalam rangka bentuk antisipasi bencana kekeringan dan Karhutla,” katanya dalam siaran pers dikutip Jumat (21/6/2024).

    Pelaksanaan OMC, sebutnya dilakjukan selama bulan Juni hingga Juli 2024. Untuk jadwal pelaksanaan OMC di Riau sudah dilaksanakan sejak 14 Juni hingga 3 Juli mendatang. Provinsi Jambi dimulai 20 Juni hingga 1 Juli, Sumatra Selatan 3 Juli hingga 12 Juli, Kalimantan Barat 25 Juni hingga 5 Juli, dan Kalimantan Tengah pada 5 Juli-15 Juli 2024.

    Menurut Dwikorita, berdasarkan hasil analisis dan monitoring BMKG, pada Juli hingga September pada provinsi target OMC, diperkirakan mengalami kekeringan dan rawan terjadi Karhutla. Karena itu, dia berharap dengan adanya OMC bisa mengurangi dampak risiko yang dapat terjadi dan dapat menganggu kehidupan masyarakat.

    “OMC dilakukan untuk pembasahan lahan gambut untuk antisipasi dan mitigasi bencana Karhutla. Selain itu untuk mengisi kubah-kubah air yang berada di lahan gambut sehingga mencegah lahan gambut kering dan mudah terbakar karena telah dibasahi oleh hujan,” paparnya.

    Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, berdasarkan pantauan Sipongi, secara kumulatif dua hari terakhir di provinsi terkait target sudah mulai terdeteksi hotspot dengan derajat kepercayaan menengah hingga tinggi atau 2-3 titik per hari.

    Untuk itu, menurut Seto, pembasahan lahan gambut tersebut dilakukan sebelum daerah terdampak memasuki puncak musim kemarau. Pun, OMC ditujukan untuk menekan potensi lonjakan hotspot dan potensi luasan area gambut yang terbakar.

    “OMC di Provinsi Riau sudah dilaksanakan dan sudah menggunakan bahan semai NaCI powder sebanyak empat ton. Lima sorti penyemaian dengan total jam terbang 11 jam 35 menit,” kata Seto.

    Kegiatan OMC di Provinsi Riau bekerjasama dengan TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II dan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). (*)

    Reporter : Wetly

    COPYRIGHT © 2024 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan