Rabu, 24 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPemkot Surabaya Lakukan Pembaruan Data Penduduk

    Pemkot Surabaya Lakukan Pembaruan Data Penduduk

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Usai gelaran Pemilu 2024, Pemkot Surabaya melanjutkan program pembaruan data penduduk dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Surabaya.

    Menurut Wali Kota Eri Cahyadi, pembaruan data penduduk sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu. Karena ada pemilu, untuk sementara waktu pendataan dihentikan. Tujuan dari pembaruan data penduduk itu adalah untuk memastikan, berapa jumlah kepala keluarga (KK) di dalam setiap persil rumah.

    “Karena kita lihat kemarin itu ada satu persil ada lima KK, tujuh KK, dalam kondisi rumah yang seperti itu kan tidak layak,” kata Eri, Senin (19/2/2024).

    Ada kekhawatiran, jika di dalam satu rumah itu terdiri dari banyak KK, namun ternyata masih ada satu KK yang tercatat sebagai keluarga miskin (gamis) atau penghasilannya kurang layak.

    Baca juga :  Diskominfo Jatim Gelar Rapat Persiapan Audit Surveillance ISO 27001: 2022

    “Sehingga kita akan memisahkan, meminta mereka untuk (mencarikan solusi terbaik) apa sih kendalanya. Kalau itu pekerjaan, ya harus pindah, bisa kita berikan pekerjaan dengan bisa kontrak di tempat lain,” ujarnya.

    Selain pembaruan data penduduk, Eri menjelaskan, juga akan melanjutkan program peningkatan IPM di Kota Surabaya. Caranya, yaitu dengan menghidupkan kembali Asrama Anak Asuh Bibit Unggul di Kalijudan, Surabaya.

    Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu menjelaskan, setelah dilakukan pendataan, setiap gamis akan diberi penawaran untuk diberi beasiswa hingga ke jenjang perguruan tinggi. Setelah itu, akan ditempatkan ke Asrama Anak Asuh Bibit Unggul di Kalijudan.

    Bagi siswa yang masih duduk di bangku SD-SMP, masih bisa tinggal di rumahnya masing-masing, tanpa harus tinggal di asrama, namun sekolahnya tetap dalam pemantauan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sedangkan bagi siswa SMA dan mahasiswa, akan ditempatkan di Asrama Anak Asuh Bibit Unggul di Kalijudan.

    Baca juga :  Mantan Kajari Bondowoso Divonis 7 Tahun Penjara

    “Salah satu (cara) IPM naik itu adalah lama sekolah. Sehingga nanti, insyaallah setiap satu keluarga miskin itu kita tanya siapa yang mau dijadikan sampai mahasiswa, sampai kuliah. Nah, itu nanti kita tempatkan di Kalijudan,” jelasnya.

    Eri menambahkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan 400 lebih kuota beasiswa untuk keluarga miskin. Dengan menghidupkannya kembali asrama tersebut, ia berharap, IPM di Kota Surabaya akan semakin meningkat ke depannya. “Insya Allah IPM kita harus naik, karena IPM ini menurut saya jauh lebih penting,” imbuhnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan