“Untuk itu, sebuah berita harus dipastikan kebenarannya dan dipikirkan baik-baik dampaknya sebelum disebarkan. Sehingga tidak terjadi gejolak negatif di tengah momen pesta demokrasi ini,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah pun percaya bahwa insan pers akan menghasilkan produk jurnalisme yang berkualitas sesuai dengan kode etik jurnalistik. Jurnalistik berkualitas ini akan menjadi referensi bagi masyarakat untuk melawan informasi hoax yang tersebar.
“Saya yakin, insan pers akan selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistiknya. Insan pers akan selalu independen, berimbang, aktual, dan faktual dalam memproduksi sebuah berita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan sebuah informasi yang tersebar di media sosial. Namun harus senantiasa mengecek kevalidan informasi tersebut.
“Selalu cek dan ricek sebuah informasi. Cara sederhananya carilah berita dari media terpercaya terkait informasi tersebut. Apabila informasi tersebut tidak benar maka stop jangan disebarkan ke orang lain,” ujarnya.
“Mari bersama-sama kita jaga kondusifitas bangsa, rayakan pesta demokrasi dengan suka cita, dan wujudkan Pemilu Damai 2024,” pungkasnya. (*)





