Khofifah juga memberikan acungan jempol kepada DPD IWAPI Jatim yang sejauh ini menjadi salah satu organisasi yang memberdayakan wanita lewat kegiatan usaha_networking_ dan kolaborasi, pengembangan bisnis, advokasi dan kebijakan, hingga pengembangan pasar internasional.
Ini tiga poin yang sedang diupayakan oleh IWAPI. Inovasi, inklusi, dan kolaborasi. IWAPI tidak semata-mata berikhtiar menaikkelaskan UMKM dari mikro, kecil, menengah, besar, katanya.
Terkait hal itu, Khofifah mengajak DPD IWAPI Jatim senantiasa membangun keberseiringan para wanita pengusaha untuk mengemban tanggung jawab sosial dan berkontribusi positif pada masyarakat. Salah satu yang telah dilakukan saat ini adalah melakukan pembinaan pada para pengemudi ojek online (ojol) perempuan.
Tanggung jawab sosial ini apabila diimplementasikan dengan baik di IWAPI kota dan kabupaten, seperti memberikan perhatian pada kelompok rentan, ibu hamil, dan stunting, maka IWAPI akan mengantarkan generasi emas 2045 Jawa Timur, kata dia.
Berdasarkan hasil riset Global Entrepreneurship Monitor, womenpreneur di Indonesia sudah mencapai 14 persen dari total penduduk, dimana 57,57 persen pemilik UMKM di Jatim adalah perempuan.
Perekonomian Jawa Timur tumbuh impresif sebesar 5,02 persen pada triwulan III tahun 2023 dan menjadi lokomotif perekonomian nasional dengan kontribusi sebesar 14,13 persen terhadap PDB Nasional dan berkontribusi sebesar 25,56 persen terhadap PDRB Pulau Jawa. Ini tidak lepas dari peran UMKM di Jatim yang 50 persen lebihnya dimiliki oleh perempuan, katanya. (*)





