Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    NasionalViral Kapolri soal Estafet Kepemimpinan, Kompolnas Sebut Konteksnya Justru Baik

    Viral Kapolri soal Estafet Kepemimpinan, Kompolnas Sebut Konteksnya Justru Baik

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) – “Yang kita cari adalah pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan, bukan karena perbedaan. Akhirnya bukan pemimpin yang kita cari, tapi yang kita pelihara perbedaan terus dan kemudian itu kita bawa dalam konflik”.

    Begitu potongan pernyataan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam acara perayaan Natal seperti dilihat di YouTube Divisi Humas Polri, Kamis, 11 Januari 2024.

    Sebelum menyampaikan itu, Kapolri mengatakan tugas berat Polri yang ada di pundak masing-masing anggota adalah Pilpres. Jenderal polisi bintang empat ini mengingatkan bahwa perbedaan pendapat tidak boleh membuat dan merusak cita-cita bersama.

    “Karena kenapa? kita menginginkan siapapun pemimpin yang saat ini kemudian naik menjadi pasangan calon tentu lah para pemimpin-pemimpin terbaik,” ujar Listyo.

    Pernyataan Kapolri itu pun viral. Sebagian pihak memaknai bahwa kata estafet kepemimpinan sebagai bentuk keberpihakan Kapolri terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. Ssementara sebagian lainnya menilai masih dalam koridor netralitas.

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    Menyikapi itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, pernyataan Kapolri tidak ada maksud menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasang calon presiden.

    “Perlu kami jelaskan yang dimaksudkan adalah keberlanjutan dari sejak Presiden Pertama Ir. Soekarno sampai dengan saat ini Presiden ke-7 yaitu Ir. Joko Widodo,” kata Trunoyudo, Sabtu (13/1/2024).

    Trunoyudo mengatakan untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia tentunya selalu berkelanjutan dari satu pemimpin kepada pempimpin lainnya. Begitu pula estafet kepemimpinan

    “Juga tentu harus dilanjutkan siapapun calon pemimpin baru dan tentunya apapun program yang dibawanya,” ujarnya.

    Dia pun menjelaskan, dalam perayaan dan ibadah Natal 2023 itu Kapolri juga menyampaikan soal kesatuan dan persatuan dalam keberagaman. Kapolri, kata dia, juga menyinggung soal cooling system atau mendinginkan suasana untuk terciptanya Pemilu aman dan damai. Terlebih, dalam acara itu hadir sejumlah tokoh lintas agama.

    Baca juga :  Presiden Melantik Hadi Sebagai Menko Polhukam dan AHY Jadi Menteri ATR

    Terakhir, Trunoyudo menekankan kembali soal netralitas Polri pada Pemilu 2024. Dia menyebut Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk berkomitmen bahwasanya Polri netral. Sebagaimana amanah pada Pasal 28 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

    Sementara itu, Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti menilai tidak ada yang perlu dipermasalahkan dalam pernyataan Kapolri. Dia mengatakan, pernyataan Kapolri memiliki maksud yang baik. Dia menilai hal itu untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Kompolnas menganggap tidak ada yang perlu dipermasalahkan dalam pernyataan Kapolri. Konteksnya justru baik karena mengajak kita semua menjaga perdamaian dan menghormati Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Poengky Indarti dalam keterangannya, Sabtu (13/1/2024).

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    “Perlu diingat bahwa harkamtibmas bukan semata-mata tugas Polri, pemerintah dan masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab menjaga harkamtibmas bersama-sama,” sambungnya.

    Poengky menjelaskan, pernyataan Kapolri konteksnya memberikan pesan damai dalam perayaan natal. Menurut dia, Jenderal Sigit mengajak para hadirin di acara tersebut bersama-sama menjaga perdamaian.

    “Pesan tersebut baik, karena sebagai Pimpinan Polri, Kapolri bertanggung jawab menjaga harkamtibmas di seluruh Indonesia. Damai Natal diharapkan menjadi penyemangat, apalagi sebentar lagi pemilu, sehingga perdamaian dan kedamaian harus dapat kita jagai,” tuturnya.

    “Siapapun yang akan memimpin Indonesia, diharapkan kita semua tetap harus bersatu. Bhinneka Tunggal Ika harus kita jaga bersama. Kita harus ikut menyukseskan pemilu damai agar estafet kepemimpinan di Indonesia tetap berlangsung dengan baik,” imbuhnya. (wet)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan