“Pertama kalinya pekan budaya Majapahit ini diletakkan di Kota Mojokerto, semoga selanjutnya dan seterusnya event Pekan Budaya Mojopahit akan menjadi event tahunan yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan bekerjasama dengan pemerintah Kota Mojokerto dan diletakkan di Kota Mojokerto, karena jelas ini akan sangat membantu perputaran ekonomi masyarakat di level bawah,” harap Ning Ita.
Ning Ita menambahkan bahwa Kota Mojokerto telah menjadi kota harmonis dimana seluruh pemeluk agama dari 6 umat beragama, seluruh seniman, budayawan bersinergi bersama-sama untuk membangun kota terkecil ketiga di Indonesia ini.
Diharapkan, melalui Festival Nasi Bakar ini dapat melestarikan salah satu warisan kuliner tradisional yang hingga kini masih banyak diminati masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya menambahkan, nantinya ratusan nasi bakar yang telah dimasak oleh peserta akan dibagikan gratis kepada pengunjung festival.
“Setelah penjurian nanti akan kita bagikan secara gratis kepada pengunjung yang hadir pada Festival Nasi Bakar,” imbuhnya.
Pekan Budaya Majapahit 2023 dalam rangka Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur ini digelar mulai tanggal 10 – 16 November ini, selain menggelar festival nasi bakar yang diikuti 100 peserta, rangkaian kegiatan lain adalah pertunjukan ludruk Semar Mesem , wayang milenial, wayang beber, wayang krucil’ bantengan Majapahit, festival canting, kirab budaya, tari dolanan, kothekan lesung, tari tradisional, serta pengambilan dan kirab tujuh air suci. (*)
Reporter : Gatot Sugianto
Sumber : WartaTransparansi.com





