Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKajati Jatim Mia Amiati Tekankan Netralitas Pemilu pada Kajari Baru Beserta Jajaran

    Kajati Jatim Mia Amiati Tekankan Netralitas Pemilu pada Kajari Baru Beserta Jajaran

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Mia Amiati memimpin acara serah terima jabatan Wakajati, Asisten dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) jajaran Kejati Jatim. Bertempat di Kantor Kejati Jatim, Selasa (7/11), Mia mengingatkan kepada jajaran yang baru saja dilantik untuk tetap menjaga netralitas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

    “Karena intensitas dan kegiatan suhu politik semakin memanas. Kemarin kami dierintahkan Pak Jaksa Agung untuk atijajaran Korps Adhyaksa harus bersikap netral dalam pesta demokrasi,” kata Mia Amiati.

    Netralitas ini, dijelaskan Mia, artinya netral dalam bertindak dan tidak boleh memihak pada pihak siapapun. Serta tidak boleh melihat warna apapun. Sebab nantinya Kejaksaan sebagai leader dan sebagai penegakan hukum pelanggaran pidana Pemilu.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    Surat edaran dari Jaksa Agung, lanjut Mia, yakni terkait netralitas sudah disampaikan kepada Kajari jajaran. Dan itu setiap saat harus kami rewind dan ingatkan kembali. Bahwa intinya Kejaksaan harus menjaga netralitas dalam Pemilu.

    “Jadi ada ancamannya dan sanksinya. Bahkan Pak Jaksa Agung kemarin menyampaiakan pihaknya tidak segan-segan mencopot dan memproses semua pihak yang dianggap keluar dari aturan ketentuan netralitas,” tegasnya.

    Menurutnya, Kejaksaan dalam ini bagaimana secara objektif, tidak boleh terpengaruh karena kepentingan salah satu pihak. Karena proses penegakkan perkara ini batas waktunya minim, yakni 7 hari. Sehingga harus berusaha untuk bisa melaksanakan kegiatan sebaik mungkin dan berkoordinasi dengan Gakkum (penegak hukum) yang lain.

    Baca juga :  Tahun Depan Mahasiswa Aceh di Surabaya Mulai Tempati Asrama Baru

    “Misalnya ada perkara yang cenderung terdapat muatan di dalamnya, meskipun kita melawan arus dan bertentangan dengan tiga orang di dalamnya. Tapi kita tetap harus bersikap, istilahnya dissenting opinion dan harus berani bersikap,” ungkapnya.

    Sementara itu, Mia berpaean kepada para pejabat baru agar segera beradaptasi di lingkungan yang baru. Karena pimpinan memberikan kesempatan atau jabatan ini bukan sekedar pergantian orang. Tetapi melihat prestasi yang telah diraih oleh teman-teman tersebut. Dan juga kemudian kebutuhan di organisasi.

    “Intinya, bahwa ketika kita beradaptasi dengan lingkungan yang baru, tentu harus bersikap. Yang terpenting dimana bumi dipijak, di situ langit harus dijunjung tinggi,” pesannya.

    Adapun serah terima jabatan di lingkungan Kejati Jatim dilakukan kepada. Yakni Wakajati Jatim yang semula dijabat Jehezkiel Devy Sudarso, kini dijabat oleh Dwi Setyo Budi Utomo. Kemudian Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara yang sebelumnya dijabat I Putu Gede Astawa, kini dijabat oleh Irene Putrie.

    Baca juga :  Pramuka Ikut Berperan dalam Kemajuan Pembangunan Jatim

    Kemudian Asisten Pengawasan yang sebelumya dijabat oleh Edi Handojo, kini dijabat oleh Diah Yuliastuti. Kemudian sertijab para Kajari jajaran. Diantaranya, Kajari Batu yang semula dijabat Agus Rujito, kini digantikan oleh Didik Adyotomo. Selanjutnya Kajari Jombang yang semula dijabat Tengku Firdaus, kini digantikan oleh Agus Chandra.

    Kajari Tanjung Perak yang semula dijabat Aji Kalbu Pribadi, kini digantikan oleh Ricky Setiawan Anas. Kemudian Kajari Kota Malang yang sebelumnya dijabat Edy Winarko, kini digantikan oleh Rudy Hartawan Manurung. (*)

    Reporter : U'ud

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan