Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    LifeStyleDian Sastrowardoyo jadi antisosial selama 6 bulan demi "Gadis Kretek"

    Dian Sastrowardoyo jadi antisosial selama 6 bulan demi “Gadis Kretek”

    Jakarta (WartaTransparansi.com) – Aktris Dian Sastrowardoyo yang memerankan Dasiyah dalam serial “Gadis Kretek” mengatakan bahwa dirinya menjadi sosok yang antisosial atau “ansos” selama enam bulan demi mendalami perannya sebagai sosok pendiam.

    “Saya berhenti ketemu sama temen-temen saya sekitar enam bulan. Saya berhenti bersosialisasi,” ujar Dian dalam Konferensi Pers “Gadis Kretek” di Jakarta, Rabu.

    Bahkan, Dian Sastro berhenti melakukan aktivitas olahraga kesukaannya, seperti lari dan tenis. Hal tersebut ia lakukan untuk melatih gestur tubuhnya guna menyesuaikan dengan gerak-gerik perempuan pada zaman itu.

    “Di mana perempuan itu nggak terlalu banyak aktivitasnya atau olahraga lari itu kan nggak mungkin banget,” kata Dian.

    Lebih lanjut, aktris yang pernah berperan sebagai Kartini ini juga berhenti mendengarkan musik modern selama mendalami peran sebagai Dasiyah.

    “Saya cuma dengerin musik gamelan sama musik klasik aja buat beberapa bulan,” ujar pemeran Cinta dalam film “Ada Apa dengan Cinta?” ini.

    Berbagai persiapan tersebut ia lalui karena merasa persona Dasiyah yang pendiam sangatlah berbeda dari dirinya yang senang menghabiskan waktu dengan bersosialisasi.

    Oleh karena itu, Dian Sastro menjadikan kesempatan ini untuk mengeksplor lebih jauh mengenai pendekatan-pendekatan terbaik yang dapat ia tempuh untuk mendalami karakter Dasiyah.

    “Untuk masuk ke situ (karakter) tuh pertama-tama depresi banget, sementara aku kan orang yang seneng hangout sama temen-temen, pergi jalan-jalan. Jadi, buat aku, ini sesuatu yang jauh banget dari diri aku,” kata Dian.

    Serial “Gadis Kretek” telah diputar perdana di Busan International Film Festival ke-28 di Korea Selatan, dan ditayangkan secara eksklusif di platform streaming Netflix mulai 2 November 2023.

    Serial ini bercerita tentang perjalanan cinta dan penemuan jati diri seorang perajin berbakat dimulai saat ia menentang tradisi industri rokok kretek di Indonesia pada tahun 1960-an.(*)

    Reporter : Moh. Junaedi Rizki

    Sumber : Antaranews

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan