Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    LifeStyleAhli nilai pengenalan pangan lokal pada masyarakat perlu digencarkan

    Ahli nilai pengenalan pangan lokal pada masyarakat perlu digencarkan

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani menilai pengenalan jenis dan manfaat pangan lokal kepada masyarakat Indonesia perlu digencarkan supaya tidak kalah saing dengan makanan impor.

    “Dengan terus memperkenalkan pangan lokal dan manfaatnya, maka lama-lama masyarakat akan terpapar untuk mengonsumsi pangan lokal,” kata Fitri saat dihubungi WartaTransparansi.com di Jakarta, Senin.

    Menurut dia, pemerintah perlu memasifkan pengenalan itu karena pangan lokal sebenarnya memiliki nilai ekonomi yang cukup baik atau terjangkau serta kandungan gizi yang memadai sehingga dapat mencukupi kecukupan gizi individu. Namun, saat ini, pangan lokal masih kalah saing dengan pangan impor karena masyarakat cenderung lebih mengenal produk-produk pangan impor.

    Baca juga :  Perolehan Suara Caleg Artis, Uya Kuya Hingga Ahmad Dhani

    Berikutnya, ia mencontohkan salah satu pangan lokal dengan harga terjangkau dan gizi yang cukup ialah tempe.

    “Misalnya, tempe. Tempe mempunyai nilai protein yang jumlah per porsinya hampir sama dengan bahan hewani,” kata dia.

    Di samping itu, Fitri menambahkan bahwa pangan lokal dapat memiliki daya saing yang setara bahkan melebihi makanan impor yang saat ini merebak di masyarakat apabila dipasarkan dengan metode yang tepat serta menarik perhatian konsumen.

    Terkait dengan pembangunan ketahanan pangan di Tanah Air, Fitri meyakini pangan lokal Indonesia yang lengkap dapat menjadi sumber keamanan pangan nasional.

    “Bahan makanan yang menjadi sumber dari pangan lokal sangatlah lengkap di negara kita, mulai dari sumber makanan pokok, yaitu sumber karbohidrat, sumber protein, baik lauk hewani maupun nabati, serta sayur dan buah-buahan. Semua bahan tersebut sangat lengkap ada dan menjadi sumber dari keamanan pangan nasional,” ucap dia.

    Baca juga :  Pendapatan Box Office China Cetak Rekor Baru Tembus 7,84 Miliar yuan

    Sementara itu, peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menilai pembangunan ketahanan pangan di Indonesia bukan hanya terkait dengan persoalan ketersediaan pangan, melainkan juga berkenaan dengan keterjangkauan.

    Oleh karena itu, menurut dia, produk pangan impor tetap diperlukan untuk menjamin masyarakat memiliki akses terhadap pilihan pangan bermutu dengan harga terjangkau.

    “Kami di CIPS melihat semua masyarakat Indonesia harus punya pilihan dan akses terhadap pangan bermutu dan terjangkau. Impor penting untuk menjamin masyarakat Indonesia selalu punya akses terhadap pilihan pangan bermutu dan terjangkau,” ucapnya. (Antaranews)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan