Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    OlahragaJuventus Dihukum Pengurangan 15 Poin di Serie A Italia 2022-2023

    Juventus Dihukum Pengurangan 15 Poin di Serie A Italia 2022-2023

    TURIN (WartaTransparansi.com) – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melalui Pengadilan Banding resmi menjatuhkan sanksi kepada klub raksasa Italia Juventus dengan pengurangan 15 poin di kompetisi Liga Serie A Italia, Sabtu (21/1/2023). Mereka menyatakan Juventus bersalah dalam kasus pelanggaran finansial dalam transfer klub.

    Hukuman itu membuat Juventus yang sebelumnya berada di peringkat ketiga klasemen Liga Italia 2022-2023 dengan 37 poin, turun ke urutan ke-10 dengan koleksi 22 poin. Adapun hukuman dijatuhkan setelah jaksa Giuseppe Chine meminta Pengadilan Banding FIGC untuk membuka kembali penyidikan, menyusul penemuan bukti baru yang dipimpin oleh Kantor Kejaksaan Umum Turin.

    Giuseppe Chine semula meminta Juventus dihukum pengurangan sembilan poin, tetapi pengadilan justru menjatuhkan sanksi yang lebih berat, menjadi pengurangan 15 poin.

    Baca juga :  Hasil Euro 2024: Belanda Vs Perancis Tanpa Gol, Belgia Rawan Tersingkir

    Juventus membantah melakukan kesalahan dan diperkirakan bakal mengajukan banding melalui CONI (Komite Olimpiade Nasional Italia). FIGC juga menghukum mantan Presiden Juventus, Andrea Agnelli, dengan skorsing dua tahun dari aktivitas sepak bola.

    Sanksi serupa juga diberikan kepada anggota dewan Juventus lainnya yang mengundurkan diri secara massal pada November 2022. Pelanggaran yang dilakukan Juventus juga membuat eks direkrur olahraga klub, Fabio Paratici, yang saat ini bekerja di Tottenham mendapat hukuman larangan beraktivitas 30 bulan di dunia sepak bola Italia.

    Menanggapi hal itu, Juventus akan mengajukan banding terkait hukuman pengurangan 15 poin yang dipicu masalah transfer. “Juventus Football Club S.p.A. menginformasikan bahwa Pengadilan Banding Federal, Bagian Terpadu, dengan mempertimbangkan banding untuk pencabutan berdasarkan Pasal 63 Kode Keadilan Olahraga yang diajukan oleh Kantor Kejaksaan Federal”.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    “Klub menunggu publikasi alasan keputusan tersebut dan saat ini mengumumkan pengajuan banding ke Collegio di Garanzia dello Sport sesuai dengan ketentuan Kode Peradilan Olahraga,” demikian pernyataan lengkap Juventus.

    Juventus diselidiki karena masalah yang dikenal di Italia sebagai “plusvalenza”.  Si Nyonya Besar disebut merekayasa nilai transfer pemain untuk mengakali aturan FFP (Financial Fair Play). Transaksi transfer “tukar guling” Miralem Pjanic dengan Arthur Melo pada 2020 silam menjadi contoh terbaik. Juventus melabeli transfer Pjanic ke Barcelona dengan nilai 60 juta euro, meski sang pemain asal Bosnia-Herzegovina dikatakan tak memilki harga riil setinggi itu.

    Si Nyonya Besar disebut perlu mendongkrak nilai transfer pemain agar nominal itu tercatat di buku finansial mereka. Dengan mendapat pemasukan tinggi di bursa transfer, Juventus bisa punya ruang lebih leluasa untuk membeli pemain lagi tanpa melanggar FFP. (sr)

    Baca juga :  Messi Dkk Bungkam Kanada di Pembukaan Copa America 2024

     

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan