Yang tak kalah pentingnya lanjut Surokim bahwa kedekatan dengan suara pemilih tradisional khususnya kaum nahdliyin minimal mampu mengurangi resistensi dan daya tolak. Sehingga tentu dapat membuka peluang ekspansif.
“Saya kira hampir semua partai mendekat ke segmen pemilih nahdliyin itu, berharap tuah seperti itu. Khususnya untuk berkah power simbolik para kiai sebagai patron utama warga nahdliyin. Saya kira Golkar arahnya ke sana dengan rajin sowan ke pesantren,” tutupnya.
Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam kunjungan ke Jatim, pekan ini, selain ke Surabaya juga mengunjungi dua pondok pesantren di Probolinggo.
Airlangga didampingi sejumlah elite Partai Golkar. Kunjungan itu untuk menjalin kembali kedekatan Partai Golkar dengan ulama di Jawa Timur (Jatim).
Airlangga berkunjung ke Ponpes Zainul Hasan Genggong dan Ponpes Nurul Jadid, Paiton.
“Kami hanya ingin silaturahmi bertemu dengan Kiai Mutawakkil dan keluarga besar Ponpes Genggong. Juga ke Kyai Zuhri Zaini pengasuh Ponpes Nurul Jadid. Tidak ada yang lain,” ujar Airlangga. (*)





