Selasa, 9 Agustus 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaVaksin Hunter Kembali Digalakkan Serentak di 31 Kecamatan Kota Pahlawan

    Vaksin Hunter Kembali Digalakkan Serentak di 31 Kecamatan Kota Pahlawan

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Swab dan vaksin hunter kembali digalakkan Pemkot Surabaya. Kegiatan yang disebut sebagai giat ritual itu menyasar serentak di 31 wilayah kecamatan di Kota Pahlawan, dan khusus dilaksanakan setiap Sabtu malam.

    “Giat ritual kita aktifkan kembali. Setiap Sabtu malam kami lakukan swab dan vaksin hunter di 31 kecamatan dengan melibatkan TNI/Polri. Ini karena yang pertama kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Surabaya naik. Kedua karena ada imbauan dari Presiden Jokowi dan SE Wali Kota Surabaya agar di luar ruangan tetap memakai masker,” kata Ridwan Mubarun, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, dihubungi Minggu (24/ 7/2022).

    Pelaksanaan vaksin dan swab hunter di Surabaya, kata Ridwan, sebelumnya sempat dihentikan. Itu karena situasi Covid-19 yang semakin terkendali serta aturan penggunaan masker tak lagi wajib dipakai di luar ruangan. Dengan adanya aturan yang baru ini, maka secara otomatis pemkot kembali menggalakkan ritual Sabtu malam.

    Baca juga :  Kelurahan Karangpilang Wakil Surabaya dalam BBGRM Tingkat Jatim

    “Kemarin sempat kita hentikan swab dan vaksin hunter karena di luar ruangan tidak boleh pakai masker. Nah, sekarang kita aktifkan kembali. Jadi warga yang tidak memakai masker kita swab, kemudian dicek, bila belum vaksin, kita langsung vaksin di lokasi,” jelasnya.

    Dari pelaksanaan ritual serentak di 31 kecamatan yang berlangsung pada Sabtu (23/7/2022) malam, Ridwan mengungkapkan, menjaring sebanyak 1.026 orang. Dari jumlah tersebut, 680 di antaranya dilakukan sanksi swab dengan hasil negatif.

    “Dari 1.026 orang tersebut, 342 orang di antaranya juga diberikan vaksin, karena belum divaksin. Swab ritual dan vaksin ini kita laksanakan setiap Sabtu malam atau malam Minggu. Dengan warga yang sasarannya tidak memakai masker dan tempat-tempat kunjungi,” ungkapnya.

    Menurut Ridwan, hasil dari swab hunter ini juga menjadi tolak ukur pemkot terkait situasi atau perkembangan Covid-19 di Kota Pahlawan. Ketika hasil swab yang dilaksanakan serentak ditemukan banyak warga positif, maka situasi Covid-19 di Surabaya sedang tidak bagus.

    Baca juga :  Armuji Buka Pelatihan 100 Paskibra di Sawunggaling

    “Alhamdulillah hasil tadi malam negatif, jadi Surabaya lagi bagus. Itu juga sebagai tolak ukur kita. Misalnya banyak yang positif, maka kita harus mencari pola-pola lain untuk menekan kasus Covid-19,” tuturnya.

    Dari 31 kecamatan yang melaksanakan ritual Sabtu malam, satu di antaranya adalah Kecamatan Pabean Cantian Surabaya. Dalam giat tersebut, petugas gabungan dari Kecamatan, Polsek dan Koramil menjaring 25 orang pelanggar protokol kesehatan (Prokes) di Jalan Panggung Surabaya.

    “25 pelanggar prokes itu tidak memakai masker. Seluruhnya langsung dilakukan swab di lokasi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, dengan hasil semuanya negatif,” kata Camat Pabean Cantian Surabaya, Muhammad Januar Rizal.

    Tak hanya melakukan swab di lokasi bagi para pelanggar prokes. Sebab, kata Rizal, warga yang belum melakukan vaksinasi, petugas juga memfasilitasinya di lokasi. Dari 25 pelanggar prokes tersebut, 18 di antaranya langsung menerima vaksin di tempat.

    “Jadi kita cinta dulu, kalau belum mendapat vaksin, langsung kita vaksin di tempat. Semalam total ada 18 warga yang divaksin. Rinciannya yaitu, satu ada 6 orang, dosis dua ada 4 orang dan dosis ketiga atau booster ada 8 orang,” ungkap Rizal.

    Baca juga :  Balap Karung ODGJ Liponsos Meriahkan 77 Tahun Kemerdekaan RI

    Selain wilayah Pabean Cantian, di waktu yang sama, ritual Sabtu malam juga dilaksanakan oleh jajaran Kecamatan Karangpilang. Camat Karangpilang Surabaya, Febriaditya Prajatara menyebutkan, hasil giat ritual pada Sabtu malam, petugas gabungan menjaring 37 orang pelanggar protokol kesehatan.

    “Tadi malam kita menjaring 37 orang pelanggar protokol kesehatan. Selanjutnya yang bersangkutan, kita bawa ke Puskesmas Kedurus untuk dilakukan swab dan vaksin,” kata Febri.

    Ia mengungkapkan, bahwa untuk giat pada Sabtu malam, menghadapi menyasar prokes pelanggar di kawasan Taman Gunung Sari Indah Surabaya. Giat tersebut dilaksanakan bersama jajaran Polsek dan Koramil mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai.

    “Hasil usap seluruhnya negatif. Dari 37 prokes pelanggar, 14 di antaranya merupakan pelajar yang tidak memiliki identitas. Itu kita berikan sanksi sosial berupa imbauan dan teguran ringan,” ujarnya. (*)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan