Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    OlahragaLini Depan Tumpul Problem Klasik Timnas U-23

    Lini Depan Tumpul Problem Klasik Timnas U-23

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Persoalan  tumpulnya lini depan menjadi problem klasik timnas. Tak terkecuali tim U-23 yang kini tengah berjuang di SEA Games 2021 di  Vietnam. Terbukti Tim Garuda Muda dilibas 0-3 oleh tim tuan rumah Vietnam, Jumat (6/5/2022).

    Timnas Indonesia U-23 kalah telak dalam laga pertama mereka di Grup A sepak bola SEA Games 2021 tersebut. Tak ada satu gol pun dicetak Tim Garuda Muda yang menjadi cerminan tumpulnya lini serang tim asuhan Shin Tae-yong itu.

    Irfan Jauhari yang dipasang sebagai striker utama sejak menit awal sebenarnya tidak tampil buruk. Namun, penyerang berusia 21 tahun ini minim suplai dari lini tengah. Tenaganya banyak terbuang untuk turun mencari bola. Tercatat Irfan Jauhari hanya punya satu peluang melepaskan tembakan ke gawang pada babak kedua. Itu pun berhasil diblok pemain bertahan Vietnam.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    “Kalau striker minim suplai persoalannya bukan hanya di lini depan. Saya melihat ada banyak faktor. Lini tengah yang tak berperan mengalirkan bola. Sementara di sisi lain, Vietnam juga tampil bagus. Beberapa tahun ini mereka memiliki generasi emas,” ujar asisten pelatih Arema FC, Kuncoro.

    Sebenarnya komposisi pemain Timnas Indonesia U-23 tidak jelek, terutama di lini depan. “Komposisinya tidak jelek. Mungkin butuh waktu karena ini baru laga pertama dan langsung bertemu tuan rumah, tim yang kuat,” ujar Kuncoro.

    Tidak menutup kemungkinan dalam laga selanjutnya, yaitu melawan Timor Leste, Filipina, dan Myanmar, Irfan Jauhari dkk. bakal tampil lebih garang. Level permianan tim tersebut masih di bawah Vietnam. “Bukannya menganggap remeh negara lainnya. Kalau Vietnam, dalam beberapa tahun ini peningkatannya lebih pesat dibandingkan negara lain di Asia Tenggara,” tegasnya.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    Untuk laga selanjutnya di SEA Games 2021, Timnas Indonesia U-23 punya opsi mengubah komposisi lini depan. Selain Irfan Jauhari dan Ronaldo Kwateh, masih ada striker Persik Kediri, Muhammad Ridwan, yang belum dicoba.

    Sementara mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla memberikan komentar tentang penampilan Garuda Muda di laga pembuka SEA Games 2021 kontra Vietnam. Melalui Instagram Story, pelatih asal Spanyol memberikan dukungan kepada Ronaldo Kwateh dan kolega untuk segera bangkit. “Banyak kekuatan dan semangat untuk SEA Games 2021. Waktunya untuk bangun dan bangkit,” tulis Luis Milla.

    Luis Milla sendiri juga sempat memimpin Indonesia di ajang SEA Games, tepatnya edisi 2017 silam. Selama membesut Timnas U23 di SEA Games 2017, Luis Milla hanya mampu membawa Garuda Muda ke babak semifinal.

    Baca juga :  Stadion Tambaksari Surabaya jadi Venue Piala AFF U-19

    Mantan pelatih fisik timnas Indonesia U19, Sofie Imam Faizal, ikut angkat bicara mengenai kekalahan telak Indonesia dari Vietnam. Sofie merasa kekalahan ini sedikit banyak dikarenakan pemain timnas Indonesia U23 demam panggung saat tampil di depan ribuan pendukung tuan rumah Vietnam.

    Sebuah faktor yang biasa terjadi saat pertandingan perdana, khususnya dirasakan oleh para pemain muda. Sofie menilai secara individu, kualitas pemain Indonesia tidak kalah dengan Vietnam. Namun mental berbicara banyak pada laga tersebut. “Ini kan pertandingan pertama. Hampir semua pelatih dan pemain di suatu event untuk pertandingan pertama, banyak faktor yang harus dihadapi. Terutama faktor mental, adaptasi lingkungan, dan lain-lain,” ujar pelatih fisik Persis Solo itu. (sr)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan