Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaMDI Jatim Dukung Pencabutan PPKM

    MDI Jatim Dukung Pencabutan PPKM

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dewan Pimpinan Daerah Majlis Dakwah Islam (DPD MDI) Jawa Timur mendukung usulan pencabutan pelaksanaan PPKM sebelum bulan suci ramadhan dan idul Fitri tiba. MDI adalah Ormas Islam yang memiliki jaringan mulai tingkat nasional, provinsi sampai ke desa desa.

    Dukungan ini didasari karena beberapa petimbangan sehingga akan lebih tepat kalau PPKM di Jawa Timur segera dihentikan, ungkap Dr. K.H. Kasno Sudaryanto, M.Ag kepada media ini di Surabaya Sabtu (5/3/2022).

    Pertimbangannya, pertama bangsa Indonesia, terutama Jawa Timur dianggap sudah berhasil keluar dari Covid-19, memberikan kenyamanan kepada umat Muslim untuk melaksanakan ibadah puasa dengan khusyuk dan berikutnya bahwa mobilitas ekonomi secara berangsur angsur mulai pulih.

    Baca juga :  Dinkes Jatim Fasilitasi Layanan Kesehatan Masyarakat Kepulauan Kangean

    Kasno Sudaryanto menjelaskan, sebelum ramadhan, kebiasaan mayoritas umat muslim, selalu diawali dengan ziarah makam leluhur, lalu tarawih, pada idul fitri ada budaya yang tidak bisa kita hindari bahkan dilestarikan yaitu silaturahmi ke orang tua, saudara dan teman lainya.

    “Jika PPKM di cabut, masyarakat Muslim akan lebih tenang karena tidak dihinggapi rasa kawatir dengan Covid-19,” tegas Kasno didampingi di dampingi Sekretarisnya H.RB. Zainal Arifin,SH,M.Hum.

    Usulan pencabutan PPKM di Jawa Timur pertama disuarakan Ketua DPD Golkar M. Sarmuji ketika melakukan konsolidasi organisasi. Usai bertemu kader Sarmuji tidak lupa selalu bertemu dengan kelompok kelompok masyarakat bawah.

    Dari pantauan dilapangan bahwa kehidupan masyarakat sudah sangat stabil sehingga PPKM di pandang perlu untuk segera dihentikan, apalagi sebentar lagi menghadapi puasa ramadhan dimana saat itu dibutuhkan suasana yang lebih nyaman

    Baca juga :  Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Jatim Sholat Ghaib Untuk Buya Syafii Maarif

    Disinggung soal Covid-19 dengan varian baru omicron, Kasno mengatakan, faktanya dirumah sakit saat ini pasien Covid omicron tidak ada. Orang sakit karena omicrone masih ada, tetapi yang sampai di rumah sakit prosentasenya sangat kecil. Dan itupun karena bawaan (comorbit) dan faktor usia.

    “MDI Jawa Timur mengapresiasi kerja keras Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jawa Timur, institusi swasta, organisasi masyarakat dan semua lapisan masyarakat yang mampu mengatasi Pandemi Covid,” kata Kasno mengakhiri. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan