Secara keseluruhan permainan Timnas Indonesia sudah nampak stabil dalam hal berusaha menguasai bola, mengejar bola dan mengamankan bola. Tetapi sayang tidak dimaksimalkan dengan membentuk misi bermain dengan pola bertahan dan menyerang maupun mengkoordinir lini tengah dengan total, sehingga terkesan labil.
Exco PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh UB P.hD, mengatakan bahwa sebenarnya Timnas bisa menang besar, jika bermain lebih tenang
dan strategis dalam menguasai permainan.
“Kelihatan memang fisik masih belum maksimal, sehingga tidak konsisten dalam meningkatkan pola permainan,” katanya, usia menyaksikan pertandingan.
Riyadh berharap pelatih Shin Tae-Yong tetap serius membenahi kekurangan pada Timnas. Sebab kalau masih labil kemungkinan berprestasi masih sulit.
Tetapi, kata Riyadh, tiga gol Timnas Indonesia para pertandingan kedua semua melalui proses kerjasama dan kecerdasan pemain. Kelebihan ini berbeda dengan pertandingan pertama yang lebih banyak faktor keberuntungan.
Diketahui, permainan sepakbola modern, memang selain menguasai visi permainan sesuai dengan kemampuan pemain, juga memaksimalkan dengan misi permainan dengan maksimal.
Misi permainan inilah sebagai taktik dan strategi menghadapi berbagai kemungkinan tim lawan dengan kemampuan dan pola permainan berbeda pula.
Sebab, jika hanya mengandalkan visi atau cara bermain dengan mengejar bola ke mana saja dengan stamina sangat terkuras. Tetapi tidak diimbangi dengan misi permainan, maka sulit untuk bersaing di level lebih tinggi. (jt)





