Rabu, 28 September 2022
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriDi Polres Kediri, Angka Kriminalitas Naik 0,5 Persen, Narkoba Turun Menjadi 9,8...

    Di Polres Kediri, Angka Kriminalitas Naik 0,5 Persen, Narkoba Turun Menjadi 9,8 Persen

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Seperti pada tahun-tahun sebelumnya menjelang akhir tahun, Polres Kediri Kota menggelar rilis terkait situasi kamtibmas dan capaian sepanjang tahun 2021, di Ruang Rupatama Mapolres Kediri Kota, Kamis, (30/12/2021)

    Hadir dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh Anggota Polres Kediri Kota yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Harian Lepas (PHL) Polisi Republik Indonesia.

    Turut hadir pula rekan-rekan Jurnalis se-Kediri, dengan dimpimpin secara langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi.

    Selama kegiatan berlangsung, menerapkan prosedur protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah yakni dengan tetap mengenakan masker, membasuh tangan dengan sabun atau handsinitizer dan menjaga jarak antara peserta sebagai upaya mencegah penyebaran Covid 19.

    Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, mengutarakan, dari data kriminalitas dan kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2021. Secara umum, kasus narkoba turun dan kriminalitas naik dengan dominasi kasus penipuan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

    Baca juga :  Jelang Satu Abad NU, Fatayat Kota Kediri Gelar Lomba Mewarnai dan Pasar UMKM

    Data Kriminalitas di Kota Kediri sepanjang 2021 ini mencapai 213 Kasus dengan Penyelesaian Kasus sebanyak 155 kasus. Angka ini naik 0,5 persen atau 4 kasus dibanding 2020 dengan 209 kasus dan penyelesaian kasus sebanyak 179.

    “Terjadi Peningkatan kasus pada Tahun 2021 disebabkan pada kasus penipuan dimana dengan kondisi ekonomi masyarakat yang menurun sebagai dampak pandemi Covid 19, mengakibatkan munculnya tindakan untuk memenuhi kebutuhan dengan cara melakukan TP Penipuan,” urainya.

    Di Polres Kediri, Angka Kriminalitas Naik 0,5 Persen, Narkoba Turun Menjadi 9,8 Persen

    Selain penipuan, kasus KDRT juga terbilang tinggi dalam kurun waktu 2020 ini. Ungkapnya.

    AKBP Wahyudi menambahkan, sementara untuk kasus narkoba, terjadi penurunan 9,8 persen atau 10 kasus. Pada 2020 terjadi 102 kasus sementara di 2021 sebanyak 92 kasus.

    Baca juga :  Belasan Oknum Perguruan Silat di Kediri Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan

    “Ini dikarenakan efek Pandemi Covid 19, terjadi pembatasan mobilitas mengakibatkan rendahnya distribusikan barang serta minim dana untuk membeli,”tegasnya.

    Sedangkan berkenaan kasus minuman keras (Miras) terjadi penurunan dari 178 menjadi 124 kasus.

    Dari data yang telah diperoleh untuk kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, di 2020 telah terjadi 420 kasus laka lantas yang mengakibatkan adanya korban meninggal 53 orang, luka berat 2 orang dan 532 orang luka ringan
    serta kerugian materiil sebesar Rp. 237.800.000.

    Sementara Pada Tahun 2021 turun menjadi 411 kasus laka. Namun, terjadi peningkatan jumlah korban dengan korban meninggal 57 orang, luka berat 6 Orang, luka ringan 547 Orang dan kerugian Materiil sebesar Rp. 244.400.000.

    Baca juga :  Pesan Khusus Bupati Kediri Jelang Gelaran Pilkades Serentak

    “Ini juga tidak lepas dari masih adanya Pandemi Covid-19 terlebih pada bulan juni sampai dengan Agustus terjadi peningkatan angka Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya mobilisasi masa akibat Pemerintah menerapkan PPKM,”tuturnya.

    Berkenaan kasus pelanggaran lalu lantas juga telah mengalami penurunan secara signifikan.

    “Dari 9.806 kasus di 2020, terjadi penurunan menjadi 2.625 kasus di 2021. Maka terjadi penurunan sebanyak 7.181 Kasus atau 73,2 persen,”terangnya.

    Terakhir, Kapolres menyampaikan, dari sejumlah kasus yang telah berhasil diungkap oleh jajaranya selama tahun 2021 ada 3 kasus besar yang menyita perhatian masyarakat secara luas.

    “Sepanjang tahun 2021 ini ada 3 kasus menonjol. Diantaranya kasus pembunuhan, penemuan mayat bayi dan pengeroyokan. Saat ini perkara tersebut telah masuk Tahap II ke Kejaksaan Negeri,” Pungkasnya.(abi).

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan