Sabtu, 1 Oktober 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabaya1.256 Unit Bet Disiapkan Untuk Pekerja Migran dan Orang Asing Masuk Jatim
    Antisipasi Penyebaran Omnicron di Jatim

    1.256 Unit Bet Disiapkan Untuk Pekerja Migran dan Orang Asing Masuk Jatim

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah tengah menyiapkan beberapa format menyambut kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Warga Negara Indonesia (WNI) sepulang dari luar negeri serta Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Jatim. 

    Penyiapan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Omnicorn di Jawa Timur. 

    Menyambut kedatangan mereka, Pemprov Jatim yang diwakili Plh Setdaprov Heru Tjahjono bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Bina Yudha Makodam V Brawijaya, Selasa, (28/12). 

    Penanganan kedatangan para PMI dilakukan berdasarkan Surat Keteranagn (SK) Gubernur Jatim nomor 188/256/KPTS/013/2021 tentang Satuan Tugas Pengendalian Perjalanan Internasional di Jawa Timur. 

    Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono mengatakan, salah satu yang dilakukan dengan menyiapkan sarana dan prasarana bagi pekerja migran yang melakukan isolasi terpusat (Isoter) maupun isolasi mandiri (Isoman). 

    Heru mengatakan, terdapat tiga Isoter yang tengah disiapkan Polda Jatim. Ketiganya berada di Asrama Haji Sukolilo dengan ketersediaan 964 bed, LPMP Ketintang dengan ketersediaan 160 bed dan Badiklat Kemenag Jatim dengan ketersediaan 132 bed. Sehingga total bed yang disediakan sebanyak 1.256 unit bed. 

    “Sedangkan Pemprov Jatim menyiapkan tempat karantina bagi PMI di BPWS Bangkalan, Madura dan Asrama Marinir Surabaya,” jelasnya. 

    Bagi pekerja migran yang hendak melakukan Isoman, Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyiapkan 6 hotel dengan kapasitas 530 bed. Kemudian non PMI menyediakan 27 hotel dengan kapasitas 1.299 bed. 

    “Khusus Isoman, biaya ditanggung pribadi selama 14 hari, namun tetap di bawah pengawasan Satgas Covid-19.

    Heru menjelaskan, bandara Internasional Juanda dipilih karena 30 % pekerja migran  berasal dari Jatim, Jateng dan NTB. “Diperkirakan ada 300 PMI yang akan datang per harinya,” ujarnya. 

    Agar penanganan kedatangan PMI berjalan lancar dan aman, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto meminta seluruh pihak bekerja semaksimal mungkin. Sekaligus disampaikan terkait hal-hal yang dibutuhkan dalam menangani kedatangan para PMI. 

    “Saya harap seluruh pihak bekerja dengan baik untuk mencegah virus varian baru masuk ke Indonesia khususnya Jatim,” tuturnya. 

    Nurchahyanto menambahkan,  pemerintah, TNI dan Polri juga membutuhkan peran serta tenaga kesehatan dalam melayani PMI secara baik dan maksimal. “Dengan demikian, PMI merasa aman dan nyaman ketika melalui beberapa tahapan pemeriksaan hingga masa karantina di Jawa Timur,” pungkasnya.(*)

    Reporter : Teguh Safrianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan