Selasa, 22 Juni 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWagub Emil Dardak: Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

    Wagub Emil Dardak: Tidak Ada Lonjakan Kasus Covid-19

    Pasca Lebaran 1442 H

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan larangan mudik Lebaran Idul Fitri 2021 yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mencegah penularan Covid-19 ternyata cukup efektif. Terbukti, hingga H+7 lebaran tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Jatim.

    “Sampai sekarang tidak ada lonjakan kasus Covid-19,” tegas Emil di sela meninjau ruang wartawan di Grahadi, Kamis (20/5/2021).

    Meski demikian, mantan Bupati Trenggalek ini mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Karena, masih ada masa inkubasi dan lain sebagainya.

    “Kita harus berdoa semoga pengendalian arus mudik ini berdampak pada tidak melonjaknya kasus Covid-19 pada lebaran Idul Fitri kali ini. Kalau ini tercapai dan terkendali akan menjadi pondasi untuk memulihkan perekonomian Jatim,” ujarnya.

    Baca juga :  Bunker Tegalsari Bakal Digunakan Coworking Space  

    Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan target kuartal kedua perekonomian tumbuh 7 persen dari tahun 2020. Target ini bukan sesuatu yang impossible, namun sangat menantang dan harus dicapai.

    “Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh beberapa faktor. Yakni  menurunnya kasus Covid-19 dan ditambah adanya vaksinasi. Kalau pertumbuhan ekonomi kita hanya tumbuh 3 persen kurang, karena dunia sedang merespon gelombang Covid-19,” jelasnya.

    Pada lebaran tahun ini, lanjutnya, perputaran uang kartal mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Ini artinya konsumsi masyarakat juga tinggi. “Ini pertanda baik ada consumer confidence, bahwa ekonomi akan semakin baik kedepannya,” tandasnya.

    Lebih lanjut Emil mengaku optimis perekonomian Jatim bisa tumbuh pada kuartal II 2021. Ini lantaran adanya vaksinasi dan masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan.

    Baca juga :  Koalisi Masyarakat Madura Demo Hentikan Rapid Antigen di Suramadu 

    “Tahun lalu Jatim lebih terpukul dibandingkan provinsi lain karena ekonomi kita bergantung pada sektor paling terdampak. Seperti sektor industri yang menyumbang 30 persen dan sektor perdagangan 18 persen. Tapi, sektor lainnya seperti pertanian mengalami peningkatan,” ungkapnya. (*)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan