Kamis, 15 April 2021
25 C
Surabaya
More
    Ekbis Instruksikan Semua OPD Identifikasi Lahan Kosong

    Gubernur Instruksikan Semua OPD Identifikasi Lahan Kosong

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Provinsi Jaw a Timur akan memanfaatkan seluruh lahan kosong yang dimiliki untuk ditanami dengan tanaman-tanaman pengganti beras.

    Gubernur  Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengidentifikasi lahan kosong yang dimiliki. Lahan kosong tersebut, akan dimanfaatkan untuk menanam tanaman-tanaman pangan pengganti beras.

    “Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kasdam V Brawijaya, karena mereka juga akan melakukan penanaman secara intensif berkaitan dengan ketahanan pangan,” katanya di sela acara Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal bersama Menteri Pertanian yang dilakukan secara virtual di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/8/2020).

    Menurutnya, masalah diversifikasi pangan ini sebenarnya sudah ada sejak era Presiden dulu. Kita diingatkan untuk melakukan hal serupa. Dan, pihaknya sudah memiliki format dalam artian banyak masyarakat yang mengurangi konsumsi beras dan menkonversi dari nasi ke misalnya vegetarian.

    Baca juga :  Menaker: THR Wajib Dibayar Penuh, Paling Lama 7 Hari Sebelum Hari Raya  

    “Jadi kesadaran akan pola hidup sehat itu sudah mulai cukup kuat dan masyarakat juga memulai mengurangi karbohidrat yang berbasis beras. Ini akan menjadi pintu masuk kemungkinan diversifikasi pangan yang lebih luas,” ucapnya.

    Gubernur menjelaskan juga bahwa industri yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap Jawa Timur adalah produk makanan dan minuman (mamin) sebesar 33 persen. Jika kita berkeliling ke expo olahan pangan non beras banyak yang harus memanggil memori kita, misalnya tales, ganyong yang sudah jarang kita dengar.

    “Artinya ada panggilan memori untuk mengenal lagi bahan-bahan pangan non beras yang sekarang didisplay ini. Jika diteruskan secara signifikan, tentu akan mengurangi impor gandum, karena kita belum menanam gandum dan bagaimana Pemprov Jawa Timur bisa memasyarakatkan seluruh produsen.

    Baca juga :  Pemerintah Wajibkan Pembayaran THR dan Gaji 13

    “Terutama, ultra mikro dan mikro dari sektor supaya bisa menggunakan bahan baku lokal masyarakat petani kita untuk menanam tanaman seperti Ganyong, Tales, Jelarot, Garut dan lain sebagainya mejadi penting untuk digali. Di Kementrian Pertanian sendiri, ada slogan tanam, petik, olah dan pengemasan kemudian akses pemasaran,” jelasnya.

    Pihaknya bersykur di Jatim setiap minggu sudah ada yang bisa ekspor Tiwul dan Gatot ke Singapure, Malaysia, Taiwan dan Hongkong. Hal ini tentu akan mempengaruhi bahwa diplomasi Jawa Timurannya terasa banget. “Nasionalisme yang dibangun lewat makanan ternyat juga penting,” tandasnya. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan