Eddy menjelaskan, aliran air dari kawasan Mayjend Sungkono tersebut mengalir ke Jalan Ciliwung dan kemudian menuju Gunung Sari. Karena ada permasalahan pompa di Gunung Sari, sehingga kawasan itu terjadi genangan. “Alhamdulillah kerusakan pompa akhirnya bisa diselesaikan. Sekitar pukul 20.00-21.00 WIB, aliran air bisa lancar,” terangnya.
Kendati demikian, kata Eddy, aliran air yang berada di Jalan Ciliwung dan mengarah ke Jalan Opak, ditemukan adanya tumpukan sampah. Hal ini disebabkan hambatan dari pagar penyangga bangunan. Akibatnya, air tidak bisa mengalir dengan lancar.
“Sehingga kemarin saya bersama Camat Wonokromo dan Kabag Pemerintahan, bersihkan banyak sampah. Setelah dibersihkan tidak sampai 15 menit, air langsung surut, Jalan Ciliwung dan sekitarnya clear,” ungkapnya.
Eddy juga mengatakan, terjadinya genangan air yang berada di kawasan Wonokromo, juga disebabkan adanya sampah dan batuan kerikil yang menghambat saluran. Karena itu kemudian Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, bersama jajarannya melakukan normalisasi saluran yang mengarah ke Sungai Brantas.
“Intinya adalah bahwa kemarin itu curah hujan tinggi dan gelombang air pasang yang mem engaruhi. Kalau pompa, hanya satu kemarin bermasalah dan sudah bisa diatasi oleh teman-teman,” tukasnya. (wt)





