SURABAYA – Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, masih diisolasi aksesnya dari dunia luar, menyusul penyebaran virus corona yang semakin intensif. Sebanyak 15 kota di provinsi ini ditutup. Bahkan, menurut laporan CNN pada 25 Januari 2020, sekitar 57,2 juta jiwa yang ada di provinsi itu, kini terdampak dan terancam terisolasi.
Di antara puhan juta jiwa yang berada di provinsi Hubei, tempat di mana Kota Wuhan (kota asal-usul virus corona) memiliki populasi 11 juta, terdapat 12 mahasiswa asal Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Mereka ikut ikut terjebak, dan sedang terisolasi di Wuhan.
Humas Unesa, Vinda Maya mengutip rri.co.id, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi 12 mahasiswa yang berada di Kota Wuhan.
Menurutnya, Kantor Urusan Internasional (KUI) Unesa terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengetahui perkembangan terbaru dan kondisi mahasiswa Unesa di Wuhan.
“Hari ini tidak ada perayaan Imlek di Wuhan. Mahasiswa sudah mulai makan makanan instant. Dan tidak boleh keluar sama sekali dari Dormitory yang di isolasi. Demi keselamatan dan keamanan kesehatan mereka,” kata Vinda, Minggu (26/1/2020).
Ia menjelaskan, 12 mahasiswi tersebut merupakan mahasiswa beasiswa Pusat Bahasa Mandarin Unesa (Confucius Institute). Rinciannya, empat orang beasiswa 1 semester, empat orang beasiswa 1 tahun, satu orang beasiswa full S2, dan beasiswa pemerintah China ada tiga, semuanya adalah beasiswa S2.
“Jadi total ada 12 orang penerima beasiswa, semuanya di universitas yang sama yaitu Central China Normal University, Wuhan. Menunggu aman dulu, tidak boleh keluar, akses transportasi ditutup semua,” jelasnya.
Mahasiswa Asal Aceh





