Sementara itu, Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Dispendik Surabaya, Thussy Apriliyandari menjelaskan, tahun 2020 mendatang, Surabaya ditunjuk Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai kota percontohan percepatan pencegahan stunting di Indonesia. “Karena itu kami memastikan bakal melakukan percepatan, salah satunya melalui program PMT ini,” kata Thussy.
Menurut dia, stunting adalah kumpulan gejala, tidak hanya aspek dari tinggi badan saja, tapi juga aspek-aspek lain. Selain itu, di dalam anak pendek tersebut, juga ada gejala kesehatan kecerdasan yang membuat penyebab stunting tidak hanya dari makanan, tapi bisa dari kesehatan lingkungan dan lainnya.
“Kita sudah berkeliling ke titik Surabaya, memberikan pelatihan kepada puluhan pengelola Pos PAUD Terpadu (PPT), dalam rangka kegiatan pencegahan stunting,” tukasnya. (wt)





