Bagi Erna, pertanian terpadu semacam itu sangat penting bagi DKPP karena untuk memberikan contoh kepada warga Kota Surabaya. Selama ini, jajarannya selalu rutin mengadakan penyuluhan, pelatihan dan membagikan bibit sayur-sayuran dan buah-buahan, sehingga dia juga merasa penting di kantornya menanam hal serupa. “Kita sering mengadakan penyuluhan dan juga membagikan bibit serta pelataihannya untuk urban farming, nah paling tidak di kantor kita juga bisa prakteknya seperti apa. Kita ngajari orang tapi di kantor kita juga tidak ada contohnya, kan tidak mungkin seperti itu,” tegasnya.
Oleh karena itu, dia mengaku terus memanfaatkan lahan di Mini Agrowisata itu untuk melakukan pertanian terpadu dan urban farming. Di samping itu, dia mengaku terus menggalakkan penyuluhan dan pembagian bibit, seperti bibit Lombok dan berbagai bibit lainnya. “Apalagi sekarang di DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) ada program smart kampung, sehingga semakin banyak warga yang meminta bibit ke sini, dan kami bagikan gratis,” imbuhnya.
Erna menambahkan, ke depannya pihaknya akan terus memanfaatkan lahan Pemkot Surabaya di pantai timur Kota Surabaya. Sebab, di Kelurahan Keputih itu, ternyata pemkot memiliki lahan seluas 75 hektar, sehingga dia mengaku terus menggalakkan penanaman, termasuk penanaman bibit mangrove yang salah satu fungsinya untuk mencegah terjadinya tsunami. “75 hektar itu luar biasa luasnya, sehingga kami terus percepat penanamannya di Keputih,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Rahmad Kodariawan mengaku ke depannya juga akan terus mengembangkan pertanian terpadu itu, termasuk di Mini Agrowisata. Bahkan, ia mengaku akan menambah jenis varietasnya. “Kalau sekarang ini hanya ada beberapa jenis varietas, nanti akan kami tambahkan lagi, khususnya tanaman-tanaman yang langka,” kata Rahmad.
Ia memastikan, di Mini Agrowisata itu sudah ada sekitar 150 jenis varietas tanaman. Sedangkan buahnya sekitar 10-15 jenis varietas. Makanya, ke depannya jenisnya ini akan terus ditambah supaya memberikan pelajaran kepada warga Kota Surabaya. “Nanti lahannya akan kami bagi lagi supaya lebih banyak memuat jenis varietas,” katanya. (wt)





