Sabtu, 13 April 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSMK Mini Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas SDM di Jatim

    SMK Mini Jadi Solusi Tingkatkan Kualitas SDM di Jatim

    Surabaya – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini merupakan salah satu solusi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Jawa Timur. Tidak ada gunanya Revolusi Industri 4.0 jika SDM yang dimiliki belum siap, utamanya pada kualitas skill atau keterampilannya. ungkap Gubernur Soekarwo, Rabu (28/11/2018)

    Dikatakannya, peningkatan kualitas SDM harus seiring dengan proses perkembangan ilmu pengetahuan yang ditunjang dengan keterampilan. Upaya itu bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah dari kualitas produk SMK Mini.

    Kualitas produk yang baik, diyakini akan menjadi rebutan di pasar dalam negeri maupun luar negeri. Jika produk yang dihasilkan kompetitif dan bisa diterima oleh pasar, Pakde Karwo – panggilan akrab Gubernur Jatim itu optimis akan banyak yang menginginkan produk dari SMK Mini.

    “Kita tidak boleh memaksakan produk kita layak jual di supermarket. Namun, produk yang memiliki kualitas, rasa dan packaging itulah yang bisa diterima oleh pasar. Maka, kerjasama pendampingan dari perusahaan kepada SMK Mini ini harus terus di dorong dengan kualitas standarisasi nasional maupun international,” ujarnya.

    Baca juga :  Kebersamaan Forkopimda dalam Open Hause Pj. Gubernur Adhy Karyono

    Kerjasama dengan pihak ketiga, lanjut Pakde Karwo harus diimbangi dengan standarisasi dan pemasaran produk. Tak hanya itu, agar produk dari SMK Mini bisa semakin dikenal luas, harus bersinergi dengan perusahaan yang sudah eksis. Sehingga usaha tersebut mampu meningkatkan nilai produktif bagi masyarakat serta industri. “Saya kira SMK Mini ini, menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas SDM kita,” ungkapnya.

    Program SMK Mini yang merupakan pendidikan vokasi merupakan satu satunya program di Indonesia. Dalam mengembangkan fungsi SMK di pondok pesantren, Pemprov Jatim pengembangannya lewat pemusatan pelatihan keterampilan terpadu. Harapannya agar upaya tersebut untuk menekan angka pengangguran.

    “SMK Mini berfungsi sebagai lembaga BLK non Formal, yang mengadakan pelatihan untuk membuat produk yang terus menerus dikembangkan dan dipasarkan. Tujuannya, membiasakan menjual produk yang di hasilkan dari program SMK Mini sehingga menghasilkan lulusan berjiwa entrepreneur,” terangnya.

    Baca juga :  Khofifah Ungkap 1.396 Tempat Wisata Di Jatim yang Bisa Dikunjungi 

    Sementara itu, terkait kerjasama SMK Mini dengan Alfamart, Pakde Karwo menyambut baik usaha tersebut. Ke depan, dirinya minta kepada Kepala SMK untuk lebih memprioritaskan produk yang bahan bakunya tidak impor, namun dari daerah asal atau desa setempat. Termasuk untuk barang yang produktif. Pakde Karwo berharap agar barang-barang tersebut bisa diolah menjadi produk setengah jadi, sehingga menghasilkan nilai tambah bagi industri primer dan sekunder. Sedangkan, SMK Mini dapat berperan sebagai pemasar dan pencipta produk.

    “Jadi jangan jual buah nangka tapi keripik nangka dengan kualitas maupun packaging yang menarik sehingga menghasilkan nilai tambah yang bear. SMK Mini bisa harus mampu menjadi pemasar produk tersebut,” tegasnya.

    Baca juga :  Usai Shalat Id di Taman Surya Wali Kota Eri Langsung Open House di Rumah Dinas

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dr. Saiful Rachman mengatakan, SMK Mini di Jatim merupakan program satu satunya di Indonesia. Program tersebut memberikan perhatian kepada SMK di lingkungan pondok pesantren, daerah potensial dan terpencil sejak 2014-2015.

    Keberadaan SMK Mini tersebut, dilakukan untuk memutus mata rantai pengangguran yang ada di Jatim. Hingga tahun 2018 jumlah SMK Mini yang masih eksis berjumlah 240 SMK Mini bisa menghasilkan produk unggulan maupun produk SDM yang handal untuk berwirausaha. “Keberadaan SMK Mini ini adalah untuk memutus mata rantai pengangguran di Jatim sehingga menghasilkan produk unggulan yang handal,” ungkapnya. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Editor : Nakula

    Redaktur : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan