KEDIRI – Musim kemarau berkepanjangan membuat 300 KK di Kota Kediri mengalami krisis air bersih. Tapi, kondisi dilapangan bukan Pemerintah Kota ( Pemkot) Kediri yang melakukan droppingvl air bersih melainkan Lapas dan Bapas Kediri.
Bantuan air bersih tepatnya dilakukan di Dusun Tumpang, Kelurahan Pojok. Terdapat 1 RW yang terdiri dari 5 RT, meliputi, RT 21 hingga RT 25. Total keseluruhan KK berjumlah 500 an KK. Namun, yang paling meraskan dampaknya adalah RT 23 dengan jumlah 300 KK.
Seperti yang diutarakan oleh Ketua RT 25, Ahmad Khudori Muslih (38) kepada, bahwa sejak dulu di wilayahnya kerap mengalami krisis air bersih, terutama saat kemarau panjang.
Hal itu terjadi, lantaran wilayah RW 5 berada di lereng Gunung Klotok. Meskipun demikian, sejumlah sumber air bersih pernah dibuat dan sungai juga tersedia, namun jumlah debit air dan kebutuhan warga tidak sebanding, sehingga mengakibatkan krisis air bersih.
“Sebenarnya sumber air ada di Sumber Tretes itu, sungai, sumur warga juga ada, namun setiap kali datang musim kemarau warga kami pasti kekurangan air bersih. Kami, terpaksa hidup dari sumber sumur yang ada walaupun bergantian. Ada sekitar 5 sumur, tapi tetap tidak cukup,” ucap Muslih, Kamis, (17/10/2019).
Dihubungi terpisah, Adi Sutrisno, Kasi Pencegahan dan Kesiap siagaan BPBD Kota Kediri, mengatakan,tentang krisis air bersih diwilayah Kelurahan Pojok, pihaknya belum mendapat aduan dan permintaan terkait hal tersebut.
” Perihal krisis air bersih di Keluarahan Pojok, kami belum mendapat aduan. Tapi, kami akan melakukan kroscek dilokasi ” ungkapnya.
Sementara, pantauan dilapangan, saat Lembaga Pemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan Kelas II A Kediri datang memberikan bantuan Dropping air bersih di Dusun Tumpang, warga langsung berbaris dan menyiapkan timba dan jirigen airnya menunggu giliran diisi air bersih. Karena dalam sejarah, baru kali ini warga mendapat bantuan dropping air bersih.
“Kami bersyukur mas, baru kali ini dalam sejarah Dusun Tumpang ada dropping air bersih seperti ini, kami juga berharap pada pemerintah agar dibuatkan semacam bendungan kecil untuk persedian saat kemarau panjang seperti ini,” imbuh Muslih.
Keterangan Kalapas Kelas II A Kediri, Kusmanto Eko Putro, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Dharma Karyadhika 2019 Lapas kepada masyarakat. Terutama, saat ini adalah musim kemarau berkepanjangan sehingga sedang membutuhkan air bersih untuk keperluan hidup sehari hari.
“Ini bentuk kepedulian sosial kita, sebagai abdi negara dan dalam rangka Dharma Karyadhika 2019, kami memberikan bantuan 7500 Liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan untuk hidup sehari harinya, semoga dapat membantu,” tegas Eko.(bud)





