Blitar  

Istighosah Kubro untuk Keselamatan Bangsa dan Negara, Ribuan Jamaah Nahdliyin Blitar Raya Padati Stadion Soepriadi

Istighosah Kubro untuk Keselamatan Bangsa dan Negara, Ribuan Jamaah Nahdliyin Blitar Raya Padati Stadion Soepriadi
Para jamah Nahdliyin saat mengikuti istighosah kubro di Stadion Soepriadi Kota Blitar

BLITAR (Wartatransparansi.com) – Nahdatul Ulama Blitar Raya (Kota dan Kabupaten) mengelar Istighosah Kubro dan Doa bersama menyambut 100 tahun atau Satu Abad Organisasi Nahdatul Ulama di Stadion Soepriadi Kota Blitar, Sabtu (24/01/2025).

Ribuan jamaah memadati Stadion Supriadi Kota Blitar sejak pagi hari. Doa bersama dipimpin oleh sembilan kiai sepuh dari Kota dan Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai tokoh-tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama Blitar Raya. Kegiatan religius ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Acara istighosah tersebut turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto dan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Kehadiran dua pimpinan daerah ini menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas serta keutuhan bangsa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibbin, mengulas secara singkat sejarah perjuangan kaum Nahdliyin sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa kontribusi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia merupakan bagian penting dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan spirit hubbul wathan minal iman, NU menempatkan kecintaan pada tanah air sebagai bagian dari iman. Namun, besarnya jamaah NU tidak menjadikan warganya sombong. Soal loyalitas terhadap NKRI, NU tidak perlu diragukan lagi. NKRI harga mati,” tegas Mas Ibbin, disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan para jamaah.

Sementara itu, sejumlah kiai sepuh dalam tausiyahnya menegaskan kembali peran strategis NU dalam sejarah bangsa. Mulai dari perintisan kemerdekaan, Resolusi Jihad, hingga peran aktif dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman ideologi, termasuk komunisme, yang pernah mengancam persatuan nasional.