Muswil tersebut rencananya dihadiri seluruh pengurus MD KAHMI se-Jatim. Setiap daerah akan mengirim dua utusan resmi, ditambah perwakilan Forhati serta alumni HMI lainnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menyebut pertemuan di Kediri menjadi bagian dari koordinasi intensif menjelang agenda lima tahunan organisasi itu.
“Persiapan Muswil yang insyaallah akan digelar di Oktober 2026 ini, intinya lagi mengupdate posisi kegiatan dari masing-masing wilayah,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri.
Imam menilai Kota Kediri memiliki posisi strategis dan mudah dijangkau oleh pengurus dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari sisi infrastruktur maupun kesiapan organisasi, pihaknya mengaku siap jika dipercaya menjadi tuan rumah.
“Secara persiapan sih kita siap untuk ditunjuk misalkan kalau memang bersedia direncanakan di sini, kita akan bekerja sama dengan panitia bareng lah dengan Kabupaten karena secara kegiatan memang kita relatif tidak bisa dipisahkan,” tutupnya.
Muswil KAHMI Jatim ke VI nantinya tidak hanya menjadi forum silaturahmi alumni HMI, tetapi juga agenda penting pemilihan sembilan orang Presidium untuk periode berikutnya. Selain itu, forum tersebut akan mengevaluasi peran KAHMI dalam mendukung pengembangan kader HMI di berbagai daerah di Jatim. (*)





