Ia kemudian memaparkan program yang telah direalisasikan bersama pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Pertanian di bawah arahan Presiden Prabowo. Jember tahun ini menerima program optimalisasi lahan seluas kurang lebih 6 ribu hektare. Program tersebut mencakup pembangunan irigasi, bantuan bibit, bantuan peralatan pertanian, hingga dukungan hukum bagi petani.
“Jember pernah menjadi lumbung padi. Namun hari ini kita kalah dari beberapa kabupaten lain karena belum merata panennya. Ada yang tiga kali panen, ada yang cuma sekali. Salah satunya karena infrastruktur pertanian. Tahun ini Pak Prabowo luar biasa membela Jember,” jelasnya.
Gus Fawait juga menyoroti pentingnya menjaga bantuan pertanian agar benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ia mengingatkan agar alat atau fasilitas yang diterima petani tidak berpindah tangan atau hilang, mengingat APBN dan APBD yang terbatas.
Ia mendorong agar kelompok tani menambahkan unsur anak muda dalam keanggotaan untuk mempercepat pengurusan administrasi, inovasi, dan respons saat bantuan turun. “Kalau ada satu dua anak muda masuk, pengurusannya cepat. Penyuluh juga terbantu, karena penyuluh jumlahnya terbatas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh perangkat desa, kecamatan, dan dinas terkait untuk mengusulkan kebutuhan petani Semboro secara komprehensif, mulai dari bibit jagung, bibit padi, hingga perbaikan irigasi. Menurutnya, jika ada lahan yang tidak bisa panen tiga kali karena infrastruktur tidak memadai, maka dapat diusulkan masuk program optimalisasi lahan tahap berikutnya.
Menutup pertemuan, Gus Fawait menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Jember, terutama sektor pertanian, kini berada dalam momentum besar. Ia menyebut bahwa tahun depan pembangunan infrastruktur pendukung akan dilakukan secara bertahap, termasuk rencana pengaspalan akses-akses pertanian di wilayah Semboro.(*)





