JAKARTA, WartaTransparansi.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, resmi mengumumkan berakhirnya masa tugas Nova Arianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 usai perhelatan Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Meski sempat dikira pencopotan, keputusan tersebut justru merupakan bentuk promosi bagi sang pelatih.
Nova akan naik kelas untuk menukangi Timnas Indonesia U-20, menggantikan Frank van Kempen yang sebelumnya diberhentikan bersama pelatih kepala tim senior, Patrick Kluivert.
“Coach Nova adalah salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Dia telah menunjukkan progres luar biasa. Karena itu, kami promosikan ke Timnas U-20,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resminya, Sabtu (25/10/2025).
Erick menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari blueprint pembinaan sepak bola nasional menuju Piala Dunia 2031. Ia menilai Nova telah berhasil membangun fondasi kuat di level usia muda, sehingga layak diberi tanggung jawab lebih besar.
Piala Dunia U-17 2025 menjadi ajang terakhir Nova Arianto bersama Garuda Muda. Timnas Indonesia menutup perjalanan mereka di Grup H dengan kemenangan 2-1 atas Honduras di Aspire Zone, Doha, Senin (10/11/2025) malam.
Dua gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Evandra Florasta lewat titik penalti dan Fadly Alberto melalui sepakan keras dari luar kotak penalti.
Meski begitu, hasil tersebut belum cukup membawa Indonesia lolos otomatis ke babak 32 besar. Tim Merah Putih mengoleksi tiga poin dari tiga laga, menempati posisi ketiga Grup H, dan masih bergantung pada hasil grup lain untuk peluang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Sebelumnya, Indonesia sempat kalah 1-3 dari Zambia di laga pembuka (4/11/2025) dan 0-4 dari Brasil (7/11/2025). Namun kemenangan atas Honduras menjadi penutup manis perjalanan Nova di level U-17.
Dengan promosi Nova ke U-20, PSSI akan segera menunjuk pelatih baru untuk Timnas Indonesia U-17. Sosok tersebut nantinya diharapkan mampu melanjutkan pembinaan berkelanjutan dan mengantarkan Indonesia kembali tampil di Piala Dunia U-17 2026.
Erick Thohir menambahkan bahwa regenerasi di jajaran pelatih menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang federasi.
“Kami ingin memastikan setiap jenjang Timnas memiliki pelatih dengan filosofi dan arah yang sejalan. Nova sudah jadi bagian penting dari perjalanan ini,” ujarnya.
Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen PSSI dalam membangun struktur kepelatihan berjenjang, di mana pelatih berprestasi di level usia muda akan mendapat kesempatan naik ke jenjang yang lebih tinggi. (zal)





