Rabu, 24 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSatgas Dinas SDABM Surabaya Mulai Bangun Tanggul Penghalau Banjir

    Satgas Dinas SDABM Surabaya Mulai Bangun Tanggul Penghalau Banjir

    SURABAYA (Wartatranspareansi.com) – Puluhan Satgas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kota Surabaya, dikerahkan untuk membangun tanggul di Jalan Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo. Pembangunan tanggul di dua lokasi tersebut untuk menghalau banjir.

    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pembangunan tanggul dilakukan di dua lokasi, yaitu Pakal Madya dan Jalan Tengger Raya, Benowo. Di Pakal Madya, pihaknya menggunakan sandbag atau karung pasir untuk menahan air sebelum memasang dinding tanggul permanen.

    “Di Pakal Madya kita buat sandbag  sampai dengan tinggi 1 meter. Jadi, mulai perbatasan Gresik sampai Kali Kluwung kita pasang sandbag, kalau sudah terpasang nanti kita kurangi langsung pasang dinding tanggul (permanen),” kata Eri saat meninjau pembangunan tanggul di Pakal Madya Surabaya, Selasa (20/3/2024).

    Baca juga :  Layanan Hematologi Onkologi Anak RSUD Dr. Soetomo

    Menurutnya, dinding tanggul harus dibangun dengan pondasi yang kuat agar tidak mudah roboh. Namun, untuk mengantisipasi hujan yang bisa menyebabkan banjir, sandbag dipasang terlebih dahulu sebagai pengaman sementara di Pakal Madya.

    “Karena dinding tanggul ini harus ada pondasinya. Tapi untuk menanggulangi kalau ada hujan lagi, itu ada sandbagnya dulu. Nanti setelah sandbag terpasang, kita kurangi pasang tanggul (permanen). Jadi mengerjakan dinding tanggulnya nanti berjalan sambil bertahap,” jelasnya.

    Sementara itu, di Jalan Tengger Raya, Benowo, Eri menyebut bahwa pembangunan tanggul bisa dilakukan lebih cepat karena sudah ada pondasi yang siap. Tanggul dari batu kuwung dengan tinggi sekitar 1 meter pun mulai terpasang di sana.

    Baca juga :  Awal Mei, Betonisasi Jalan Raya Kedung Baruk-Kalirungkut Mulai Digarap

    “Yang di daerah Tengger Raya itu langsung dinding tanggul, karena dia sudah ada pondasinya. Jadi buangan air dari Gresik itu langsung kita bisa tahan dengan dinding tanggul karena dia sudah ada pondasinya lebih cepat,” tuturnya.

    Eri berharap, dengan adanya tanggul ini, warga di dua lokasi tersebut, bisa terhindar dari banjir yang telah melanda sejak belasan tahun. Di sisi lain, ia juga kembali meminta warga untuk melaporkan apabila di wilayahnya terjadi genangan air saat hujan.

    “Saya selalu bilang kepada warga agar masukkan laporan (banjir) itu ke WAG Forkom (WhatsApp Grup Forum Komunikasi). Jadi saya minta untuk menyampaikan,” pesannya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas SDABM Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menjelaskan, selain dibangun tanggul, Jalan Tengger Raya, Benowo juga akan ditinggikan. Jalan tersebut akan ditinggikan antara 30-50 centimeter dengan panjang sekitar 500 meter.

    Baca juga :  Mantan Kajari Bondowoso Divonis 7 Tahun Penjara

    “Kalau tanggulnya sudah selesai kita tinggikan jalannya sekitar 30-50 centimeter. Jadi mulai Jembatan Tengger Raya (Perbatasan Benowo), itu ke arah Jalan Kandangan, sekitar 500 meter,” kata Syamsul.

    Pihaknya menargetkan, pembangunan tanggul dan peninggian Jalan Tengger Raya, Benowo, bisa selesai dalam kurun waktu satu bulan. “Kita targetkan semua (Tengger Raya) satu bulan selesai, (tanggul) dan peninggian jalan,” tandasnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan