Rabu, 24 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKhofifah dan TKD Jatim Takziyah ke Rumah Petugas PPS yang Meninggal

    Khofifah dan TKD Jatim Takziyah ke Rumah Petugas PPS yang Meninggal

    Para Pahlawan Demokrasi ini Harus Mendapatkan Santunan dan Perhatian Khusus

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, Bersama dengan Ketua TKD Jatim Boedi Prijo Soeprajitno, Sekertaris TKD Indra Nur Fauzi dan rombongan TKD melakukan takziyah ke rumah anggota dan Ketua KPPS yang gugur saat bertugas, Senin (19/2/2024).

    Pertama, Khofifah, yang juga Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah Prabowo Gibran Jatim, ini menuju ke Plemahan, Kota Surabaya.

    Di sini orangtua, dari Imnesti Aufa Emnistya, yakni pasangan Muhammad Anis, dan Budi Utami, menyambut kehadiran Khofifah bersama personel pengurus dan Ketua TKD Jatim.

    Begitu datang, Budi Utami, langsung merangkul dan memeluk Khofifah sambil sesenggukan.

    Di pelukan Khofifah, Budi Utami ibunda dari almarhumah Imnesti tidak mampu menahan tangisnya.

    Dia juga menceritakan bagaimana anaknya yang sangat ceria, supel dan  banyak teman ini harus pergi selamanya. “Kami semua tidak pernah mengira, anak saya tidak memiliki riwayat sakit kronis,” ujarnya.

    Almarhumah meninggal usai bertugas menjadi anggota KPPS dan melanjutkan kerja esok harinya.

    Baca juga :  Kemendagri Tunjuk Kota Surabaya Tuan Rumah Peringatan Hari Otoda 2024

    Menurut cerita ibunya, Imnesti adalah anak semata wayang, alias anak tunggal. Dia baru saja lulus kuliah dan baru bekerja 4 bulan.

    “Saya sempat tanya, ke anak saya, milih mana yang dikerjakan, apa KPPS atau kantor. Anak saya bilang dijalani dua duanya,” ujarnya.

    Hari itu usai coblosan, Imnesti, mengikuti rekan rekannya membawa kotak suara dari TPS, untuk dibawa ke PPK. Saat itulah dia mengalami kecelakaan.”Dia sempat dirawat di Salah Satu Rumah Sakit, Bu,” ujarnya.

    Mendengar suara rintihan ibunda Imnesti, Khofifah pun tak kuasa menahan haru. Kedua bola matanya pun sembab.

    Dia lantas memberi dorongan spirit dan doa agar kedua orangtua Imnesti selalu ikhlas karena semua kehendak Allah.

    “Kalau menurut saya, almarhumah dan semua yang gugur dalam tugas – tugas sebagai petugas Pemilu adalah pejuang demokrasi. Insya Allah beliau dipanggil dalam kondisi khusnul khotimah,” ujar Khofifah, memberi semangat.

    Selain memberi santunan dan ucapan bela sungkawa, Khofifah memberikan bantuan sembako dan kebutuhan harian kepada keluarga almarhumah.Termasuk saat di rumah almarhum Joko Budiono, dan Krakah Utara, Surabaya.

    Baca juga :  Sejak tahun 2021 Angka Pernikahan Anak di Jatim Terus Turun

    Ketua KPPS berusia 52 tahun tersebut, bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 42 Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

    Di sini Khofifah, memberikan perhatian khusus terutama kepada keluarga yang ditinggalkan, tiga anak dan satu istri almarhum. Joko merupakan tulang punggung keluarga.

    “Tiga anak almarhum yang masih SD, SMP dan SMA ini kita akan perhatikan agar sekolahnya lancar, jangan sampai putus sekolah” ujar Khofifah.

    Usai takziyah, dia berharap almarhum dan almarhumah menjadi pejuang demokrasi. Arwahnya diterima di sisi Allah dan keluarga diberi ketabahan serta keikhlasan.

    Yang menarik, di sekitar rumah almarhumah Imnesti, warga berbondong-bondong menghadang Khofifah yang hendak beranjak.

    “Salim bu. Salim. Ibu Khofifah maju lagi, jadi gubernur lagi ya Bu,” ujar sejumlah ibu-ibu, dibalas senyuman oleh Khofifah.

    Sekadar diketahui, Joko Budiono, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Jumat, 16 Februari 2024 dinyatakan meninggal dunia. Sebelumnya dia tak sadarkan diri saat hari pemungutan suara, 14 Februari 2024. Joko Budiono, 52, bertugas di TPS 42 Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Ia meninggal saat akan memulai perhitungan suara. Dia mendadak pingsan. Pukul 15.00 WIB langsung dilarikan ke RS dr Soetomo.

    Baca juga :  Pj. Sekdaprov Bobby Hadiri Launching Buku Diplomasi Sang Hiu Kencana

    “Ia langsung ambruk dan dibawa rumah sakit. Iya kritisnya udah dua hari itu, gak sadar. Setelah dua hari itu Pak Budi dikabarkan meninggal dunia,” ujar Wakil RW 05 Kelurahan Ngagel Rejo Hadori Ahkyar.

    Di tempat lain Imnesti Aufa Emnistya warga Plemahan, Kota Surabaya, anggota KPPS Plemahan, juga dinyatakan meninggal usai dirawat akibat kecelakaan.

    “Dia kecelakaan saat mengantar surat suara ke PPK,” ujar Sekretaris KPU Surabaya, Titus Saptadi, kemarin.

    Imnesti Aufa Emnistya warga Plemahan meninggal Rabu (14/2/2024) karena kecelakaan saat perjalanan membawa kotak suara Pemilu 2024. “Dia sempat dirawat di salah satu rumah sakit . Lokasi kejadiannya di Tenggilis Mejoyo,” jelasnya. (*)

    Reporter : Hidayati Firli

    Sumber : Wartatransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan