Rabu, 24 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSoal Banjir Kiriman, Wali Kota Eri Koordinasi dengan Pemkab Gresik

    Soal Banjir Kiriman, Wali Kota Eri Koordinasi dengan Pemkab Gresik

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Gresik, menyusul peristiwa banjir kiriman di Surabaya Barat pada Sabtu (17/2/2024) malam hingga Minggu dini hari. Selain itu, untuk mengantisipasi kembali terjadinya banjir kiriman, Pemkot Surabaya langsung membangun tanggul dan bozem.

    “Kalau Gresik hujan deras pasti di sini (Pakal Madya) banjir. Bahkan kata warga, pernah pukul 13.00 WIB tidak hujan tapi langsung (banjir). Karena air kiriman dari Gresik, termasuk yang di Benowo,” kata Eri, Minggu (18/2/2024) petang usai meninjau lokasi di Balai RW 3 Kelurahan Pakal.

    Kata Eri, pengakuan warga setempat mengatakan jika banjir yang terjadi di kawasan Pakal Madya sudah terjadi lebih dari 10 tahun. Makanya, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banjir tersebut, pihaknya membangun tanggul sungai.

    “Karena ini adalah luapan air (sungai) dari Gresik, maka kita akan bangun tanggul. Seperti yang di Benowo dan juga di sini (Jalan Pakal Madya), kita pasang tanggul kanan-kiri. Jadi air nanti tidak meluber ke rumah warga,” ujarnya.

    Baca juga :  Awal Mei, Betonisasi Jalan Raya Kedung Baruk-Kalirungkut Mulai Digarap

    Selain membangun tanggul, pihaknya juga berencana membangun bozem di tanah fasilitas umum (Fasum) milik Citraland. Bozem tersebut bertujuan untuk menahan beban air sehingga tidak meluber ke rumah-rumah warga di kawasan Pakal Madya.

    “Jadi nanti air dari sungai langsung ke Bozem. Sama seperti yang di Benowo, ada seperti waduk yang kita buat, itu nanti kita dalam kan, dan kita jadikan buat bozem,” katanya.

    Selain itu, Eri menyatakan, pemkot juga melakukan peninggian Jalan Tengger Raya, Sambikerep-Benowo Surabaya. Termasuk pula meninggikan jembatan di kawasan tersebut agar aliran air lancar saat hujan deras. “Jadi langsung kita kerjakan peninggian jalan dan jembatan,” kata dia.

    Hal yang sama juga dilakukan Pemkot Surabaya di kawasan Jalan Pakal Madya. Namun, kata dia, penanganan banjir kiriman di kawasan ini terlebih dahulu difokuskan untuk membangun tanggul.

    “Karena kondisi sungai tidak lurus, ada cekungan, jadi kita selesaikan dulu tanggulnya, setelah itu baru kita lakukan peninggian jalan. Jadi, berbeda dengan sentuhan yang di Benowo,” ujarnya.

    Baca juga :  Inilah Gagasan Yang Ditawarkan PWI Jatim kepada KJRI Cape Town

    Menurut dia, langkah taktis yang dilakukan Pemkot Surabaya dalam menanggulangi banjir di kawasan Pakal dan Benowo, juga perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

    “Jadi, kita tidak bisa selesaikan tanpa koordinasi dengan Gresik. Nah, ini kita akan diskusikan dengan tetangga sebelah (Gresik), tetapi yang pasti pertama kita akan (bangun) tanggul,” tegasnya.

    Karena itu, Eri memastikan, pihaknya langsung mengerjakan pembangunan tanggul sungai di kawasan Pakal Madya. Pun demikian dengan pembangunan bozem dan peninggian Jalan di kawasan Tengger Raya, Sambikerep – Benowo, Surabaya.

    “Ini (tanggul) langsung dikerjakan sama teman-teman. Semoga nanti pada waktu ada (banjir) kiriman lagi, sudah bisa nampung, bisa menyelesaikan. Ini langsung dikerjakan, termasuk bozem, karena di sini tidak hujan pun bisa banjir,” tukasnya.

    Menurutnya, tanggul sungai yang dibangun sepanjang 2,5 kilometer mulai dari kawasan Jalan Pakal Madya hingga Sumberrejo.

    “Panjangnya (tanggul sungai) mulai perbatasan Gresik sampai Pasar Benowo, Sumberrejo (Surabaya), sekitar 2,5 kilometer. Ketinggian tanggul insya Allah sekitar 1,2 meter,” katanya.

    Baca juga :  Kemendagri Tunjuk Kota Surabaya Tuan Rumah Peringatan Hari Otoda 2024

    Pihaknya menargetkan, pembangunan tanggul sepanjang 2,5 meter di Pakal Madya rampung dalam kurun waktu dua bulan. Ia berharap, tanggul sungai ini dapat mengatasi banjir kiriman dari Gresik di kawasan Pakal. “Peninggian tanggul kita targetkan selesai 2 bulanan,” ujarnya.

    Selain membangun tanggul, pihaknya juga berencana membangun bozem di tanah fasilitas umum (fasum) milik Citraland. Bozem tersebut bertujuan untuk menahan air saat hujan deras agar tidak langsung menuju ke sungai kawasan Pakal.

    “Nanti kita hitung untuk luasan (bozem). Jadi nanti (air) tidak langsung dibuang ke sungai, ada pintu kecil. Nah, dalam waktu dua jam ditampung dulu (di bozem), setelah itu dibuang (ke sungai),” paparnya.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi menyatakan, sebagai langkah awal, pihaknya mulai memasang sandbag (karung pasir) sebagai tanggul sementara untuk mencegah luapan air sungai di kawasan Pakal Madya.

    “Yang pertama darurat pakai (tanggul) sandback, dengan panjang sekitar 2,5 kilometer. Itu yang menjadi prioritas pertama yang kita kerjakan, agar warga tidak kebanjiran, sambil kita kerjakan yang (tanggul) permanen,” kata Syamsul. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan