Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Eri Minta Camat Petakan Titik Rawan

    Wali Kota Eri Minta Camat Petakan Titik Rawan

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan instruksi tegas kepada camat untuk memetakan titik-titik rawan praktik minuman keras (miras) ilegal, judi dan prostitusi. Pemetaan dilakukan agar razia penindakan dapat dilakukan lebih masif untuk menjaga Surabaya tetap aman dan nyaman.

    Menurutnya, kecamatan harus menguatkan kerja sama dengan Babinkamtibmas untuk mengawasi dan menindak tempat-tempat yang melanggar aturan. Ia juga meminta camat turun ke lapangan sesering mungkin dan memberikan sanksi tegas.

    “Kalau itu terjadi betul, maka selamanya (tempat usaha) akan ditutup. Jadi saya sudah minta semuanya untuk turun ke setiap tempat-tempat itu untuk mengatakan tidak boleh ada ini, tidak boleh ada ini. Kalau dia melanggar, maka kita tutup selamanya,” ujarnya.

    Eri menegaskan bahwa penutupan selamanya itu berlaku untuk semua tempat, baik hotel, rekreasi hiburan umum (RHU), maupun rumah-rumah yang menyediakan jasa prostitusi. Bahkan, hotel bintang pun tidak luput dari pengawasan.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    “Dan ini kemarin kan ada yang disampaikan Pak Kapolres, ada prostitusi online yang melakukan di hotel-hotel itu yang kita antisipasi, jangan sampai kejadian berulangkali atau kejadian di Surabaya,” katanya.

    Menurutnya, ada dua kemungkinan hotel terlibat dalam prostitusi. Yakni, memang bekerja sama dengan pelaku prostitusi atau tidak tahu. Nah, bagi hotel yang bekerja sama dengan pelaku, pihaknya akan langsung menindak tegas. Sedangkan bagi hotel yang memang tidak tahu ada praktik prostitusi, pihaknya akan memisahkan dan memetakan.

    “Sebelum ini kita minta mereka (pengelola) untuk membuat surat pernyataan. Jadi belum tentu ya hotel itu, memang hotel ada yang kerjasama, yang sudah tahu, tapi ada hotel yang tidak tahu. Tapi kalau ada hotel yang kerjasama dengan prostitusi itu yang kita sikat,” tegasnya.

    Baca juga :  Pramuka Ikut Berperan dalam Kemajuan Pembangunan Jatim

    Eri juga menegaskan bahwa akan ada operasi besar-besaran razia miras ilegal, judi dan prostitusi dengan menggandeng TNI dan Polri. Operasi ini merupakan program Forkopimda yang bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Kota Surabaya.

    “Jadi ini kita akan bersama dulu dengan mereka (pengelola hotel dan RHU), kita berikan surat pernyataan, surat pertanyaan untuk semuanya. Setelah itu nanti kita akan melakukan operasi besar-besaran,” tuturnya.

    Dikatakan, operasi skala besar akan dilakukan secara rutin. Bahkan, ia akan ikut turun langsung ke lapangan. Di sisi lain, pihaknya juga akan mengubah mindset masyarakat agar taat hukum dan tidak melanggar aturan.

    “Padahal saya tidak bisa menggunakan kekuatan (operasi skala besar) terus. Tapi bagaimana membangun karakter dari kita semuanya, sumber daya manusianya, untuk menjaga itu,” tambahnya.

    Baca juga :  Tahun Depan Mahasiswa Aceh di Surabaya Mulai Tempati Asrama Baru

    Eri mencontohkan, ada RHU atau tempat hiburan malam yang dikhususkan bagi pengunjung usia di atas 17 tahun. Jika pengunjung yang datang berusia di bawah 17 tahun, maka manajemen atau pengelola RHU wajib untuk melarang.

    “Kalau (ada pengunjung) di bawah usia 17 tahun, ya usiren (usir) pulang, tidak perlu kita yang mengawasi. Kamu (RHU) tak kasih izin, berarti kan kamu juga harus mengerti untuk menjaga juga. Tapi kalau ternyata dia (RHU) tidak bisa menjaga itu, ya langsung ditutup,” ujarnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan