Kamis, 23 Mei 2024
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPembangunan Bypass Kawasan Bundaran Dolog Tunggu Relokasi

    Pembangunan Bypass Kawasan Bundaran Dolog Tunggu Relokasi

    SURABAYA (Warta Transpaeansi.com) – Komisi C DPRD Surabaya menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Sumber Daya Air Dan Bina Marga Pemkot Surabaya membahas rencana pembangunan by pass di bundaran depan gedung dolog, Jl. A. Yani Surabaya, Kamis (01-11-2023)

    Dwi Djajawardana Sekretaris Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemkot Surabaya mengatakan, pembangunan By Pass Bundaran Dolog untuk mengurai kepadatan lalu-lintas dipersiapkan tahun 2024. Salah satunya adalah relokasi sejumlah rumah di kampung bundaran Dolog, Jl. A Yani Surabaya.

    “Relokasi itu pasti. Karena nanti akan terdampak oleh pembangunan,” ujarnya.

    Menurut Dwija, relokasi terhadap kampung tersebut, sebenarnya sudah lama direncanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), saat perluasan RTH (Ruang Terbuka Hijau). Sedangkan skema relokasi akan diberikan ganti untung.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    “Memang masyarakat disana minta relokasi, karena gangguan kebisingan dan lain-lain. Karena mereka berada ditengah tengah jalan. Sehingga tidak nyaman tinggal disitu. Dan terserah mereka mau tinggal dimana,” ujarnya.

    Dwija menjelaskan pembangunan by pass Bundaran Dolog baru bisa dilakukan pasca relokasi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (DPRKPP) kota Surabaya. Karena Alokasi anggaran dari pusat melalui APBN bisa dikeluarkan ketika pemkot sudah menyiapkan lahannya.

    “Karena alokasi dana yang cukup besar maka kita usulkan didanai oleh APBN. Anggaran Rp 200 milyar lebih. Bisa saja nanti share dengan APBD,” katanya.

    Ia menegaskan,
    terkait bentuk by pass itu nantinya underpass atau fly over masih belum dipastikan.

    Baca juga :  Pramuka Ikut Berperan dalam Kemajuan Pembangunan Jatim

    “DED sudah disiapkan. Kita masih mengkaji underpass atau fly over. Untuk memutuskan kita perlu koordinasi dulu dengan APBN,” pungkasnya. (*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan