Beri Penghargaan Pendonor 75 Kali, Gubernur Khofifah Siap Bantu UDD PMI di Jatim Ikut Akreditasi

Beri Penghargaan Pendonor 75 Kali, Gubernur Khofifah Siap Bantu UDD PMI di Jatim Ikut Akreditasi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Ketua PMI Jatim H Imam Utomo S memberikan penghargaan kepada peserta DDS 75 kali di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/10/2023.

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan dukungan kepada Unit Donor Darah (UDD) di seluruh Jatim untuk menyiapkan diri ikut akrediasi CPOB untuk meningkatkan UDD dalam pelayanan mutu dan keamanan kantong darah sesuai standar yang ditentukan.

“Harus diakui akrediatasi UDD untuk CPOB membutuhkan anggaran yang besar. Kita berharap ada kerjasama dengan Pemkab dan Pemkot dimana UDD yang ada di masing-masing kota di Jatim, bisa saling mendukung bagaimana agar UDD PMI bisa terakreditasi. Kami dari Pemprov Jatim akan berupaya ikut membantu,” papar Khofifah saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan pemberian anugerah piagam dan lencana pendonor darah sukarela 75 kali se-Jatim tahun 2023 di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/10/2023).

Dari 37 UDD PMI yang ada di kabupaten dan kota di Jatim saat ini baru 5 UDD yang sudah memiliki sertifikat terakreditasi CPOB. Menurut Ketua PMI Jatim H.Imam Utomo. S. kelima UDD tersebut diantaranya UDD di PMI Surabaya, PMI Sidoarjo, PMI Lumajang, Kota Malan g dan PMI Kabupaten Jember. Sementara PMI Ngawi sudah mencapai 98 persen.

Beri Penghargaan Pendonor 75 Kali, Gubernur Khofifah Siap Bantu UDD PMI di Jatim Ikut Akreditasi
Gubernur Jatim Khofifah bersama Ketua PMI Jatim, H Imam Utomo S dan Sekretaris Dewan Kehormatan PMI Jatim, Rasyo berfoto bersama para pendonor darah sukarela.

Karena itulah, Khofifah berharap seluruh UDD PMI Jatim segera bisa melakukan akreditasi CPOB agar Jatim yang selama ini memiliki pendonor darah terbesar di tanah air layak dan dapat mengelola donor darah dengan baik dan benar.

Selain masalah akreditasi UDD, orang nomor satu di Jatim itu juga menyampaikan persoalan kekeringan di Jatim yang masih berlangsung hingga saat ini, sesuai dengan laporan yang disampaikan Ketua PMI Jatim Imam Utomo, setelah melakukan kunjungan ke berbagai daerah yang dilanda kekeringan, pihaknya berharap ke depannya ada upaya untuk membuat sumur air dalam, pipanisasi dan perbaikan mesin pompa yang rusak.