Sabtu, 24 Februari 2024
28 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanMalam Hari Santri Nahdiyin Sedunia Bacakan Salawat Nariyah

    Malam Hari Santri Nahdiyin Sedunia Bacakan Salawat Nariyah

    JAKARTA (Warta Transparansi.com)- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ishfah Abidal Aziz menjelaskan, kegiatan peringatan Hari Santri 2023 salah satunya akan melangitkan 1 Miliar Salawat Nariyah.

    Pria yang akrab disapa Gus Alex itu mengatakan masing-masing struktur kepengurusan NU dari pusat hingga ranting mendapatkan 15 paket, di mana satu paket terdiri dari 4.444. Sedangkan untuk teknis pembagiannya diserahkan kepada masing-masing struktur kepengurusan.

    “Umpama PWNU Jawa Tengah 15 paket, kami serahkan sepenuhnya menjadi kewenangan PWNU. Umpama di PCNU tertentu, dalam satu majelis dibebankan satu paket, 4.444 Salawat Nariyah setidaknya 45 orang. Satu Salawat Nariyah 30 detik, dibutuhkan 50 menit atau satu jam, maka butuh 45 orang,” ujar Gus Alex saat dihubungi di Jakarta, Selasa (17-10-2023).

    Baca juga :  Tanggapi Usulan Ganjar, Sarmuji : Hak Angket untuk Kepentingan Negara

    Gus Alex menuturkan pembacaan Salawat Nariyah akan diawali dengan salat Isya berjamaah, pembacaan tawassul dan aurad pada ma’am harinya, Sabtu (21-10-2023)

    ” Kami tegaskan sebagaimana surat edaran kepada pengurus wilayah, diawali dengan salat Isya berjamaah, tentu menyediakan dengan waktu pelaksanaan shalat di masing-masing daerah,” ungkapnya.

    Gus Alex mengungkapkan alasan mengapa satu paket terdiri dari 4.444 Salawat Nariyah, hal tersebut berdasarkan ijazah yang diperoleh, Dan itulah yang menjadi dasar.

    “Umpama di PCNU A, ada sembilan majelis itu dalam satu struktur diwajibkan membaca 15 paket. semua akan terdistribusikan dengan baik, dengan dasar seperti ini kami putuskan tidak ada nyicil, semua kontan dibaca bersama-sama, tawasul dilakukan secara bersama-sama selepas shalat Isya berjamaah. Saya kira menjadi dasar kita untuk menghitung, tidak ada nyicil,” tuturnya.

    Baca juga :  Pj. Gubernur Adhy Karyono, Jepang Negara Nomor 1 Tujuan Ekspor Jatim

    Ia mengatakan, sebagaimana isi surat edaran, bahwa pembacaan Salawat Nariyah dibagi menjadi dua bagian. Pertama untuk kalangan struktur NU, dan yang kedua untuk kalangan luar struktur NU. Di luar struktur NU seperti pondok pesantren, masjid, mushola, majelis taklim. Mereka memiliki kewajiban membaca satu paket.

    “Kami berharap pembagian alokasi dapat dilaksanakan, dan dimonitor untuk dilaporkan ke PBNU, kami akan rekap. Kami mohon input dan dukungan mulai dari lembaga pondok pesantren, masjid, mushola, agar 21 Oktober selepas Isya kita semarakkan dengan membaca Salawat Nariyah,” katanya.

    Gus Alex menambahkan, Salawat Nariyah akan dibaca oleh semua pengurus NU yang dipublikasikan di media.

    “Kita warnai media sosial dengan pembacaan Salawat Nariyah, struktur NU dapat mempublikasikan di media, kita semarakan Salawat Nariyah,” pungkadnya. (*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan