Dapat Poin Tertinggi, Surabaya Tetap Gagal Raih KLA Paripurna

Dapat Poin Tertinggi, Surabaya Tetap Gagal Raih KLA Paripurna
Meski mendapat poin tertinggi dibanding dengan kabupaten/kota lainnya, namun Kota Surabaya tetap gagal memperoleh Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat paripurna. Surabaya hanya berhasil mempertahankan penghargaan kategori Utama bersama 7 Kabupaten/Kota lainnya.

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Meski mendapat poin tertinggi dibanding dengan kabupaten/kota lainnya, namun Kota Surabaya tetap gagal memperoleh Kota Layak Anak (KLA) dengan predikat paripurna. Kota Surabaya hanya berhasil mempertahankan penghargaan kategori Utama bersama 7 Kabupaten/Kota lainnya.

Wali Kora Eri Cahyadi hanya bisa menyayangkan kegagalan Kota Surabaya meraih KLA dengan predikat Paripurna. Sebab, dari nilai 900-1000 poin yang ditetapkan, Surabaya hanya mampu meraih 895 poin. Artinya, tinggal 5 poin saja, Surabaya sudah bisa dipastikan meraih penghargaan KLA Paripurna.

Tapi, bagi Eri, penghargaan bukanlah segala-galanya. “Mau dikasih (penghargaan) atau tidak, sejatinya pemerintah dan DPRD tidak memikirkan itu. Tapi bagaimana kita mengurangi kekerasan anak, tidak ada bully di sekolah,” imbuhnya, Senin (24/7/2023).

Eri mengungkapkan, kelayakan penilaian KLA bukan saja terhadap anak-anak warga Surabaya. Tetapi, anak-anak yang dari luar Surabaya yang kebetulan berada di Kota Pahlawan ini, juga menjadi penilaian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

“Jadi, kalau masalah penghargaan, saya sebenarnya gak peduli penghargaan itu, saya bilang ke temen-teman pengharagaan apapun tidak menjadi dasar kita. Tapi Surabaya ini kota besar, sejak zaman saya kolaborasi dengan DPRD, BPJS kesehatan gratis, sekolah gratis, tapi kemudian semua orang ingin masuk Surabaya,” tukasnya seraya meminta minta tolong kepada warga Surabaya untuk tidak memasukkan orang banyak ke Kota Pahlawan.

Penganugerahan penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2023, telah diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kepada 360 Kab/Kota pada 22 Juli 2023, di Semarang. Terdiri dari 19 kategori Utama, 76 kategori Nindya, 130 kategori Madya, dan 135 kategori Pratama.

Selain itu, penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) juga turut diberikan kepada 14 provinsi yang telah melakukan upaya keras untuk menggerakkan Kab/Kota di wilayahnya dalam mewujudkan KLA.