Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaGayungan Raih Predikat Kelurahan Terbaik 1 se-Jawa Timur

    Gayungan Raih Predikat Kelurahan Terbaik 1 se-Jawa Timur

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kelurahan Gayungan, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, berhasil meraih predikat kategori kelurahan terbaik 1 se-Jawa Timur.

    Penghargaan atas keberhasilan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Wali Kota Eri Cahyadi dalam Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke 51 Tahun 2023 di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Kabupaten Madiun, Minggu (16/7/2023) malam.

    Wali Kota Eri mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pelecut semangat Pemkot Surabaya dalam memperkuat proses pembangunan bersama seluruh elemen masyarakat. Seperti dalam upaya menyelesaikan persoalan stunting, kemiskinan, dan lain sebagainya.

    “Jadi setiap kota dicek kelurahan mana saja yang menjadi pilot projek, dipertemukan di seluruh Jawa Timur. Alhamdulillah mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur dan Surabaya mendapatkan nomor satu gotong royong untuk tingkat kota di Jawa Timur dan terbaik,” kata Eri.

    Ke depannya, ia mengaku, untuk terus memasifkan gotong-royong bersama seluruh elemen masyarakat, Pemkot Surabaya berencana membentuk Kampung Pancasila yang sebelumnya bernama kampung Madani. “Itu adalah bentuk dari gotong royong, jadi dalam satu kampung tidak ada kemiskinan, stunting, gizi buruk dan lain sebagainya,” ujarnya.

    Baca juga :  Pramuka Ikut Berperan dalam Kemajuan Pembangunan Jatim

    Lurah Gayungan, Pramudita Yustiani mengatakan dalam penilaian Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX, terdapat empat aspek. Di antaranya, adalah aspek kemasyarakat, aspek ekonomi, aspek sosial budaya, dan agama, serta aspek lingkungan.

    “Untuk aspek kemasyarakatan, gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan semakin diperkuat. Hansip di lingkungan perkampungan dan perumahan mendapat pelatihan cara membela diri oleh Babinsa dan Kamtibmas. Bahkan, pembangunan Pos Kamling juga dilakukan swadaya oleh warga,” kata Pramudita Yustiani, Selasa (18/7/2023).

    Dari aspek kemasyarakatan, Pramudita mengaku, pihaknya juga memiliki Omah Rembuk dan Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang ada Balai RW. Selanjutnya, pada aspek ekonomi, Kelurahan Gayungan bersama PKK Surabaya terus menonjolkan produk-produk dari pelaku UMKM di wilayahnya.

    “Prinsipnya UMKM yang sudah maju di kelurahan, ikut membantu mendampingi pelaku UMKM yang masih merintis. Seperti untuk makanan dan minuman (mamin), serta untuk fashion. Untuk fashion, di lingkungan kami ada desainer yang karya-karya telah digunakan hingga internasional,” ujarnya.

    Pada aspek ekonomi ini, Kelurahan Gayungan bersama PKK Surabaya juga menjalin kerjasama dengan Yayasan Siswa Budi dalam mengembangkan batik dengan siswa disabilitas.

    Baca juga :  Kejar WBBM, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari Studi Tiru Ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak

    “Ada beberapa warga Gayungan yang berkebutuhan khusus, PKK kemudian berkolaborasi dengan yayasan tersebut untuk pengembangan potensi minat dan bakat. Siswa SMA itu mengajari kami juga dan para KSH (Kader Surabaya Hebat),” ungkapnya.

    Selanjutnya, pada aspek sosial budaya dan agama, Kelurahan Gayungan turut menggandeng stakeholder di wilayahnya. Ia memaparkan, bahwa keluarga miskin (gamis) mengambil dan mengolah sampah dari hotel, restoran, maupun rumah makan yang berada di lingkungan Kelurahan Gayungan. Seperti sampah rumah basah yang dimanfaatkan menjadi maggot dan eco enzym.

    “Ada pula hotel yang membantu memberikan bantuan dana pendidikan bagi yang kurang mampu. Kemudian ada sekolah swasta yang juga memberikan bantuan dana pendidikan. Ada rumah ibadah yang juga memberikan beras kepada lansia yang tidak bisa bekerja,” jelasnya.

    Sedangkan dalam upaya penurunan kasus stunting di wilayah Kelurahan Gayungan, para stakeholder ikut membantu dalam upaya tersebut. Mereka memberikan susu kepada balita stunting.

    “Lalu untuk bidang budaya, kita memiliki kelompok seni Surya Sumirat yang melatih karang taruna dan masyarakat di pendopo kelurahan. Yakni belajar MC berbahasa Jawa,  Ludruk, dan kesenian Jawa lainnya,” terangnya.

    Baca juga :  Pj. Ketua PKK Jatim Isye Adhy Karyono Tutup Lomba Desa & Keluruhan

    Untuk aspek lingkungan, Pramudita Yustiani menyampaikan, para penduduk yang tinggal di wilayah perumahan melakukan aksi “Bersih Hati, Bersih Lemari”. Di mana, sebelum adanya program “Garage Sale” yang dibesut oleh Pemkot Surabaya dan PKK Surabaya, warga telah mengumpulkan barang bekas layak pakai untuk diberikan kepada keluarga miskin di lingkungan Kelurahan Gayungan.

    “Ini masih berlangsung dan diberikan secara bergantian di setiap RW di Kelurahan Gayungan. Kita benar-benar memberikan tas, baju, mainan, atau boneka secara gratis,” katanya.

    Lebih lanjut, Kelurahan Gayungan juga memiliki 3 kelompok tani. Lahan kosong di wilayah tersebut, yang mendapatkan izin dari pemiliknya dimanfaatkan oleh warga untuk dilakukan proses pertanian maupun perkebunan. Selain itu, pihaknya juga memiliki alat pembakar sampah tanpa asap.

    “Ke depannya, dalam menjaga gotong royong di Kelurahan Gayungan kami mengedepankan revolusi mental. Karenanya, kami terus memberikan pendampingan agar warga tidak mudah terhasut dengan informasi hoax. Ketika warga hendak melaporkan sesuatu hal selalu melampirkan bukti. Warga diharapkan mau untuk belajar, tidak mudah terbawa emosi, dan saling menghargai,” imbuhnya. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan