Minggu, 19 Mei 2024
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaDLH: Penumpang Komuter Penyumbang Sampah Organik di Kota Surabaya

    DLH: Penumpang Komuter Penyumbang Sampah Organik di Kota Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Benowo (TPA) Benowo sekitar 1.600 ton per hari. Sebanyak 60 persen didominasi sampah organik yang disumbang penumpang komuter dari luar kota Surabaya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menyebutkan, bahwa 60 persen sampah yang masuk ke TPA Benowo merupakan organik. Sisanya adalah sampah jenis anorganik.

    “Jadi sampah organiknya sekitar 60 persen dari data-data kami. Yang banyak organik, seperti dari sisa makanan dan sayur,” kata Hebi.

    Ia pun mengungkap penyebab dominasi sampah organik di TPA Benowo Surabaya. Hal ini, kata Hebi, salah satunya tak lepas dari kembali bergulirnya ekonomi pasca pandemi Covid-19.

    Baca juga :  Wali Kota Minta PPK Jaga Netralitas Pilkada Surabaya

    “Satu bergulirnya ekonomi tentunya menimbulkan sampah. Karena sudah tidak ada batasan pandemi, perekonomian tumbuh,” paparnya.

    Selain itu, Hebi menyebut, penyebab dominasi sampah organik di TPA Benowo juga dikarenakan semakin banyaknya komuter atau mobilitas orang ke Surabaya. Seperti misalnya warga dari luar kota yang bekerja di Surabaya.

    “Jadi semakin hari semakin banyak. Lalu lintas sekarang juga macet. Artinya, komuter setiap hari ke Surabaya dan membawa sampah,” tambahnya.

    Karenanya, Hebi mengajak masyarakat untuk dapat mengurangi sampah organik tersebut. “Kalau makan harus habis. Kemudian memilih makan yang tanpa bungkus bisa diurai dan menggunakan tas membawa dari rumah. Tiga itu bisa mengurangi banyak,” ujarnya.

    Baca juga :  Minggu Pagi, Festival Rujak Uleg 2024 Digelar di Taman Surya

    Sedangkan volume sampah plastik di TPA Benowo,kat Hebi, mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari adanya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

    “Ada penurunan dari (terbitnya) Perwali itu. Turunnya yang sudah dilakukan toko dan pasar modern, kalau pasar krempyeng agak lambat,” ujarnya.

    Berdasarkan penghitungan, Hebi menyatakan, bahwa sampah plastik di Surabaya mengalami penurunan antara 1,5 hingga 2 ton per hari. Penghitungan dilakukan dari kebiasaan berapa banyak toko dan pasar modern menggunakan plastik per hari.

    “Jadi pasar modern misalnya mengeluarkan berapa sehari, dia belanja kresek berapa. Itu kami kalkulasi berapa, sekarang sudah tidak pakai itu lagi,” bebernya.

    Baca juga :  Progres Capai 43 Persen, RSUD Surabaya Timur Beroperasi September 2024

    Meski demikian, Hebi menyatakan, akan terus menggencarkan sosialisasi terkait pengurangan penggunaan sampah plastik di Kota Surabaya. Demikian pula dengan sampah organik yang kini mendominasi di TPA Benowo.

    “Jadi memang harus disosialisasikan, yang banyak organik bukan anorganik,” tandasnya. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan