SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Sebanyak 36 Calon Anggota Komisi Informasi (KI) Jawa Timur menjalani tes psikotes dan dinamika kelompok. Kegiatan yang berlangsung di Gedung BPSDM Jawa Timur, Jl. Balongsari, dibuka Kadis Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin.
Tes kali ini merupakan tahap lanjutan bagi calon komisioner atau anggota KI Jatim yang sebelumnya telah melewati tahapan tes seleksi potensi atau ujian tertulis pada awal Mei lalu.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini, salah satu anggota Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Informasi Jawa Timur, Ainur Rohim, dan Sekretaris BPSDM Jatim, Zainal Muttaqin.
Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan, tahapan psikotes dan dinamika kelompok ini merupakan tahapan inti dari pemilihan calon anggota Komisi Informasi Jawa Timur masa bakti 2023-2027.
“Kita sudah hampir menyelesaikan tahapan penilaian bagi calon anggota Komisioner Komisi Informasi. Nanti dari Bapak/Ibu semua akan terpilih 15 orang yang akan kami ajukan kepada Gubernur dan selanjutnya kepada dewan sehingga terpilih lah lima komisioner yang akan menggawangi KI Jatim 2023-2027 nanti,” jelas Sherlita, Senin (5/6).
Lebih lanjut, Sherlita menerangkan, alasan kegiatan ini diadakan di BPSDM Jatim adalah karena menurutnya BPSDM Jatim sudah terbukti sebagai lembaga yang berkompeten dalam pelaksanaan tahapan psikotes maupun dinamika kelompok seperti ini.
“Karena di tahapan ini kami ingin agar dilaksanakan oleh lembaga yang mempunyai kapasitas dan kompetensi sehingga prosesnya dapat terjaga. Contohnya, kemarin saat proses seleksi tes tulis CAT, kami menggandeng Badan Kepegawaian Daerah yang memiliki kemampuan teruji. Lalu, hari ini kami juga menggandeng BPSDM Jatim yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang teruji dalam hal psikotes dan dinamika kelompok,” terangnya.
Sherlita yang juga merupakan salah satu anggota dari Timsel calon anggota KI ini, mengucapkan terima kasih kepada BPSDM Jatim karena telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan psikotes dan dinamika kelompok dengan sangat baik. Ia berharap, semoga dalam proses kegiatan seleksi ini bisa dipilih seobjektif mungkin sehingga dapat ditemukan komisioner yang sesuai dengan tujuan berdirinya KI Jatim.





