Kamis, 13 Juni 2024
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKalangan Dewan Surabaya Soroti Aksi Perang Sarung

    Kalangan Dewan Surabaya Soroti Aksi Perang Sarung

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) –Aksi perang sarung oleh sekelompok remaja di Surabaya dilakukan menjelang sahur. Legislator DPRD Surabaya merasa prihatin mendengar kejadian yang menimpah kaum muda ini.

    Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengatakan, operasi skala besar yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap aksi yang menyerupai gengster ternyata tidak menuntaskan masalah. Kini menyusul diamankannya belasan remaja yang hendak perang sarung pada Senin dini hari lalu.

    Politisi partai Gerindra ini mengatakan, harus dilakukan identifikasi terkait keberadaan kelompok-kelompok remaja tersebut, menjadi komponen penting untuk penyelesaian masalah. Hal ini mengacu pada riset yang pernah dilakukan. Antara lain file riset, library riset dan riset partisipatory.

    “Identifikasi potensi masalah, tentang mereka berkumpul menjadi gengster, kelompok atau mungkin kumpulan apa, dan sebagainya,” jelasnya pada Rabu (29-03-2023).

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Tertibkan Kartu Keluarga Bermasalah

    AH Thony menjelaskan, jika diketahui kelompok tersebut terbentuk karena sesama penghoby motor. Dari kelompok mereka mestinya ada yang pandai memodifikasi motor.

    “Karena tidak ada wadah yang baik. Akhirnya mereka balapan liar, disertai taruhan dan lainnya,. Setelah itu, dinyatakan bersalah karena melakukan perjudian. Padahal, inti energi kelompok tersebut komunitas motor.” ujarnya.

    AH Thony mengatakan, jika perkumpulan mereka suka motor, maka hendaknya pemerintah
    memberi tanggung jawab dan tantangan berupa bengkel melalui program padat karya. Serta program- program lain yang memberi manfaat pada kalangan milenial. Ketika energi mereka sudah tersalurkan, maka inovasi baru akan tercipta.

    “Maka bila orentasinya salah, maka kebanyakan yang terjadi seperti sekarang,” tegasnya.

    Baca juga :  Gaungkan Slogan SMS, Dokter Agung Apresiasi Kesuksesan Tour de Panderman 2024

    Menurut AH Thony, biarlah kumpulan anakitu berinteraksi secara natural. Jika dibubarkan penanganannya akan semakin sulit. Tinggal bagaimana kelompok itu bisa diarahkan secara natural juga.

    Di tempat berbeda Sukadar anggota DPRD Surabaya dari fraksi PDI Perjuangan mengatakan, peran pengawasan orang tua dalam membina anak harus ditingkatkan. Karena, perang sarung itu bukan hal yang direncanakan.

    “Hanya spontanitas, tidak punya rencana untuk perang. Musuhnya aja belum jelas,” ujarnya.

    Anggota Komisi C DPRD Surabaya ini menambahkan, peristiwa perang sarung ini seperti agenda tahunan yang dilakukan oleh anak-anak pulang dari sholat Subuh. Supaya peristiwa tersebut tidak terulang, keamanan kampung selalu tetap terjaga.

    ” Mereka tidak terorganisasi, habis Sholat Subuh melakukan jalan-jalan, bertemulah sama teman dan berkumpul. Saling olok dengan kumpulan yang lain. Disitulah terjadinya pertengkaran yang masih membawa sarung,” pungkasnya. (dji)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan