Kamis, 13 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKalangan Dewan Dorong Pemkot Genjot PAD Surabaya

    Kalangan Dewan Dorong Pemkot Genjot PAD Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Komisi B DPRD Surabaya menggelar rapat dengar pendapat dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya, pada Senin (27-03-2023). Selain ajang perkenalan Komisi B dengan Hidayat sebagai pejabat baru Kepala Bapenda, juga untuk mengetahui realisasi pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.

    Dalam RDP disebutkan realisasi PAD dari sektor pajak sebesar 16 persen, atau Rp 845.867.643.481, di triwulan pertama tahun 2023.

    Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno menilai bahwa capaian sektor pajak masih belum maksimal. Harus ada jalan keluar dalam mencapai target.

    “Seharusnya pencapaian realisasinya sebesar 25 persen di triwulan pertama dari target sebesar Rp 5,1 triliun di tahun 2023. Karena kalau target 100 persen di bagi tiap triwulan, ketemunya 25 persen di tiap triwulan,” jelasnya.

    Baca juga :  Gaungkan Slogan SMS, Dokter Agung Apresiasi Kesuksesan Tour de Panderman 2024

    Anas menambahkan, realisasi pungutan pajak sebesar 16 persen di triwulan pertama ini, sangat tidak ideal. Karena saat ini masa pandemi Covid-19 sudah berakhir, menyusul dicabutnya PPKM. Semua orang sudah melakukan aktifitasnya.

    “Kemudian transaksi ekonomi sudah kembali berjalan normal seiring dengan bergeraknya aktifitas perekonomian. Kita tadi melihat ada pos sektor pajak untuk PAD sudah mencapai 200 persen dari target,” jelasnya.

    Politisi PDI Perjuangan Surabaya ini meminta Bapenda memetakan di tiap triwulan, sektor mana saja yang pungutan pajak untuk PAD kurang maksimal. Untuk bahan evaluasi dan PR bersama agar di triwulan berikutnya bisa maksimal untuk mengejar target.

    “Karenanya Komisi B mengusulkan kepada Bapenda untuk memberikan catatan terhadap sejumlah sektor pajak yang kurang maksimal. Begitu pula sektor pajak yang melebihi target realisasinya. Sebagai bahan evaluasi,” katanya.

    Baca juga :  Pemkot Surabaya Lelang 887 Unit Kendaraan Operasional

    Anas menyebutkan ada beberapa sektor pungutan pajak yang bisa diraih untuk mencapai target PAD adalah salah satunya restoran dan hotel.

    “Rumah makan, restoran dan hotel saat Ramadan dan Idul Fitri sedang ramai-ramainya sebagai tempat buka puasa. Kemudian untuk merayakan Idul Fitri. Apalagi liburan Lebaran cukup panjang. Kalau ini dimaksimalkan diharapkan bisa menutupi kekurangan realisasi dari target,” ungkapnya.

    Anas mengatakan, sumber PAD yang harus digenjot selain pajak hotel dan restoran, pungutan pajak reklame dan parkir juga perlu dimaksimalkan.

    “Sehingga pajak diberbagai sektor berkontribusi signifikan terhadap PAD. Tidak hanya dari Pajak Bumi dan Bangunan yang selama ini memberikan kontribusi yang besar,” pungkasnya. (dji)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan