Selasa, 7 Februari 2023
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPeran Pesantren dalam Mencegah Perpecahan

    Peran Pesantren dalam Mencegah Perpecahan

    SURABAYA (WartaTranspransi.com) – Memasukkan kurikulum pendidikan pesantren tenteng nilai-nilai dasar memahami perbedaan dan menyayangi pihak lain yang berbeda. Akan menciptakan masyarakat inklusif yang bisa menciptakan kesejahteraan bersama.

    Demikian diungkapkan Dr. Katherine Marshall, Wakil Presiden Asosiasi Antaragama G20 saat menyampaikan materi “Peran Pesantren dalam Literasi Keagamaan untuk Mencegah Perpecahan dan Memperkuat Kerjasama Antar Umat Beragama”, pada Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang diselenggarakan Institut Leimena, Selama malam. (22/11/2022).

    Menurut dia, caranya adalah menjaga attitude masyarakat. atau akhlak, maka
    Lembaga keagamaan yakni Pesantren bisa melakukan dengan menyediakan nilai-nilai dasar, yakni bagaimana cara menyayangi pihak lain dan memahami masing-masing insan.

    Lebih dalam lagi, lanjutnya, nilai-nilai tersebut bisa dimasukkan secara resmi dalam kurikulum-kurikulum pendidikan, terutama Pendidikan Pesantren.

    Baca juga :  Kota Surabaya Sudah Punya 949 Taman, 169 Dilengkapi Fasilitas Bermain Anak

    Bahkan, kata Katherine Marshall,
    *Sebagai Presidensi G20 2022, Indonesia Bisa Mengurangi Disinformasi Antaragama*
    Indonesia, yang baru saja berhasil menjadi Presidensi G20 Bali, diharapkan bisa menangkal disinformasi antaragama.

    Tentu saja, menurutnya kurikulum yang kompatibel dengan dunia global yang banyak sekali terdapat keberagaman.

    “Kita -manusia- mempunyai takdir yang sama, maka keberagaman nilai adalah harta karun terbesar. Penerimaan dan Toleransi adalah sikap yang harus dimiliki oleh semua masyarakat agar tercipta hubungan yang baik antaragama,” tandas
    Dr. Katherine Marshall yang juga Vice President G20 Interfaith Association dan Senior Fellow di Barkley Center for Religion, Peace, and World Affairs, yang berfokus pada pekerjaan pusat terkait keagamaan dan pembangunan global. (*)

    Reporter : Nuriyah Maslahah

    Sumber : WartaTransparaonsi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan