SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Hari kedua pelaksanaan Temu Karya Relawan (TKR) PMI Jawa Timur di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (1/11/2022) diisi dengan berbagai kegiatan yang utamanya meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kepelatihan para relawan yang mewakili kabupaten/Kota di Jatim.
Kegiatan peningkatan bekal sebagai relawan PMI diantaranya diberikan melalui penyelenggaraan lokakarya dan peningkatan kapasitas. Di samping itu, juga diselingi dengan acara melepas kejenuhan mengikuti Tour de Soerabaja, acara pentas seni, bazar kewirausahaan dan pemilihan relawan favorit.
Untuk kegiatan lokakarya sendiri, para pengurus PMI Jawa Timur menyampaikan pengalamannya untuk disampaikan dan didiskusikan dengan para peserta relawan yang selama ini berkecimpung dalam kegiatan yang dibahas di lokakarya tersebut. Ada 6 hal yang dibahas dalam lokakarya tersebut. Di antaranya penggunaan sosial media, citra organisasi, kesiapsiagaan individu, Code of Conduc (CoC) dan Safer Acces (SAF), kepalangmerahan dan kewirausahaan.
Untuk lokakarya bidang penggunaan sosial media, dua pengurus PMI Jatim yakni Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dr. H.Turmudzi, SH; MBA; MM bersama Bidang Humas Amin Istighfarin bertugas sebagai sumber informasi. Para peserta para pemuda yang selama ini bergelut dengan sosial media di PMI Kabupaten/Kota. Sedangkan tema yang dibahas tentang etika penggunaan sosial media dengan penerapan nilai-nilai kepalangmerahan.
Untuk lokakarya tentang citra organisasi, ada dua pengurus PMI Jatim yang menjadi narasumber. Keduanya yakni Wakil Sekretaris PMI Jatim yang juga kepala markas Drs Dwi Suyanto, MM dan Ketua Bidang Organisasi, Dr M Taufiq, SH; MH. Sedangan tema yang dibahas yakni meningkatkan pengetahuan dan manfaat citra organisasi kepalangmerahan.
Pada lokakarya bidang kesiapsiagaan individu, dua pembicara yakni Wakil Kepala Markas PMI Jatim Julius dan Suci Hariyani dari PMI Sidoarjo. Tema yang dibahas yakni kesiapan individu dan kematangan emosi relawan PMI untuk bersiaga dan menjalankan tugas kemanusiaan. Sementara pada bidang kewirausahaan, Ketua Bidang Pengembangan Sumberdaya PMI Jatim, Drs Nurwiyatno, MSi menyampaikan persoalan dengan tema tentang kewirausahaan di tubuh PMI. Dia didampingi oleh Wakil Ketua PMI Kota Surabaya Tri Siswanto yang selama ini sukses menjadikan PMI Kota Pahlawan sebagai percontohan PMI yang tidak mengandalkan bantuan APBD daerah. Tri Siswanto memberikan masukan bagaimana selama ini PMI Kota Surabaya sukses bergerak dalam penggalangan dana tanpa bantuan APBD Kota Surabaya.
Sedangkan untuk lokakarya Kepalangmerahan, Edi Purwinarto menjadi narasumber dengan tema refleksi 77 tahun PMI:Kepemimpinan PMI dan Manajemen Relawan Dalam Pengembangan Organisasi dan Pelayanan. Pada bidang Code of Conduc (CoC) dan Safer Acces (SAF), narasumber yakni Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jatim Dr Ir R.Eddy Indrayana bersama Pengurus PMI Surabaya Pungky.
Setelah pelaksanaan lokakarya dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas, baik tentang asesmen, PP dan evaluasi, manajemen, distribusi, serta peningkatan kapasistas renops.(*)
Jadwal TKR PMI Jatim Rabu 2 Nopember 2022:





